Panitia Undang 3000 Tamu Pada HAUL Ke 107 Pahlawan Cut Nyak Meutia

ACEH UTARA  | BN – Memperingati HAUL Ke 107 Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia, yang diselenggarakan pada hari Minggu (22/10/2017), Bertempat di Komplek rumah adat Cut Mutia, tepatnya di Gampung Mesjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan Haul Pahlawan Nasional tersebut, Dari swadaya keturunan Cut Nyak Mutia, baik yang berdomisilin di Aceh maupun yang di luar daerah,  Kegiatan tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Moch Fachruddin, Kepala Instansi Fertikal Aceh Utara, Dinas Pariwisata Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara,, Keturunan Cut Nyak Meutia ( Keluarga Cut Nyak Meutia), dan para undangan yang diperkirakan mencapai lebih dari 3000 ( tiga ribu) orang.

Sekretaris panitia pelaksana HAUL, T.Yafis kepada Awak Media, Kamis (19/10/2017), menyebutkan, acara tersebut merupakan acara Ukhuwah silaturahmi dan semangat kebersamaan antara keluarga besar Cut Nyak Mutia, bersama masyarakat, pemerintah, TNI, juga Polri, kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama antar keluarga dari keturunan dari Cut Nyak Mutia, dan Alhamdulillah segala persiapan terkait dengan acara tersebut tidak terkendala.

Dalam kegiatan HAUL, selain dari Do,a bersama, acara tersebut juga turut dimeriahkan oleh penampilan beberapa tarian seni budaya Aceh, dan  penampilan rapi pase yang dipimpin langsung oleh keluarga besar Cut Nyak Mutia, Yakni, T.Ismail Taib.

Dengan terlaksananya kegiatan seperti ini, kami dari keluarga besar Cut Nyak Mutia berharap, kepada seluruh elemen masyarakat untuk dapat melestarikan seluruh nilai-nilai sejarah perjuangan yang Islami, yang telah dilakukan oleh pejuang-pejuang terdahulu, demi agama dan mempertahankan kedaulatan bangsa ini dengan mempertaruhkan nyawa mereka.

Kami juga berharap kepada pihak terkait, agar membangun akses menuju ke makam Cut Nyak Mutia, supaya generasi penerus bangsa tidak lupa terhadap nilai-nilai perjuangan yang telah dilakukan oleh pahlawan-pahlawan terdahulu, sehingga nilai-nilai sejarah tetap terus terjaga,”Pungkas T.Yafis.(SA)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas