Sitename

Description your site...

Pacu Sampan Tradisional Lestarikan Budaya

Pacu Sampan Tradisional Lestarikan Budaya

SIAK(BN).Wakil Bupati Siak Alfedri membuka secara resmi lomba dayung atau pacu sampan tradisional di Turap Tepian Bandar Sungai Jantan (TPSJ), Sabtu (12/8) petang. Turut hadir anggota DPRD Siak Sujarwo, Asisten III Jamaluddin, Pengurus PODSI kab Siak, dan perwakilan dari Polsek Siak. Lomba pacu sampan tersebut memperebutkan hadiah uang pembinaan dan tropi dari Camat Siak.

Pacu sampan tradisional yang diselenggarakan oleh kecamatan Siak itu, di ikuti 28 tim yang terdiri dari 6 kecamatan antara lain Mempura, Siak, Sungai Apit, Bungaraya, Pusako dan Sungai Mandau.

Camat Siak Aditya Citra ‘Smara mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat yang mengikuti lomba tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 72 tahun.

Aditya menyampaikan lomba tersebut berlangsung selama dua hari, mulai dari tanggal 12-13 Agustus 2017. Dan sebelumnya, sudah dilaksanakan turnamen bulu tangkis yang diikuti sebanyak 60 tim. Terdiri dari 8 kecamatan yang di juarai oleh kecamatan Dayun dan juara II dari tuan rumah Siak.

Selain itu, mantan camat Lubuk Dalam itu mengatakan, pihaknya telah di undang untuk ikut berpartisipasi dalam lomba pacu jalur di Taluk Kuantan. Oleh karena itu dirinya berharap setelah lomba ini ada salah satu tim yang ikut pacu jalur tersebut.

Sementara menurut Alfedri, kegiatan seperti ini adalah bagian dari rasa syukur sempena peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, dan melanjutkan perjuangan pahlawan dengan membangun negeri istana menjadi lebih baik lagi.

Kemudian sambung Alfedri, menjaga dan memajukan negeri istana ini yang dikenal sebagai kota pusaka  menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Sumatera. Oleh karena itu, harus banyak kegiatan yang dibuat untuk menarik minat wisatawan. Untuk itu partisipasi dari masyakarat sangat diharapkan, sehingga Siak semakin dikenal dan semakin banyak orang datang ke Siak.

Salah seorang peserta yang enggan disebut namanya, berharap pacu sampan tradisional menjadi iven yang diadakan setiap tahun. Karena kata dia, sampan yang biasa digunakan para nelayan sungai Siak ini bisa menarik wisatawan.

Tampak para pelancong berbaur dengan warga Siak untuk menyaksikan serunya olah raga tradisional itu. Mereka sangat terhibur dengan adanya lomba pacu sampan ini, karena bisa memperkenalkan masyarakat khususnya para anak-anak untuk mencintai budaya sendiri.(hms)

banner 468x60