“Keputusan Sudah Bulat” Anggota Plasma Tahap II Segera Cabut Izin

Tak ingin kecewa dan berbuah lara  dengan janji palsu yang diumbar, akhirnya para petani ini bulatkan tekad untuk bercerai dengan bapak angkat. Warga pun memilih jalan mandiri. Bukan hanya sekali upaya mediasi dilakukan oleh semua pihak, namun tetap saja tak membuat hubungan antar bapak angkat dan warga petani lokal ini harmonis. Harapan meraih untung pun kandas sudah.

PALAS | Bongkarnews.com – Upaya pihak perusahaan yang tetap ingin mengulur waktu yang seolah memecah belah masyarakat enam desa(desa Aliaga Mananti, Panyabungan, Pasar Panyabungan, Hutaraja Tinggi dan Sungaikorang) tetap saja dilancarkan .

Hal tersebut terungkap saat rapat evaluasi seluruh kelomlok tani dan koperasi yang tergabung dalam plasma tahap II enam desa diaula kantor camat Huta Raja Tinggi Rabu (10/10).

Dimana saat itu seorang anggota plasma yang menyampaikan bahwa telah berbicara dengan pihak perusahaan dan menerima peta lokasi lahan plasma yang baru, seterusnya mohon supaya dibahas dalam rapat malam itu.

Ali Monang Harahap anggota plasma tahap II enam desa yang mengaku mendapat amanat dari perusahaan untuk menyampaikan penawaran peta lokasi lahan plasma yang baru dengan menjanjikan bebrapa butir point yang mencoba menarik minat para ketua kelompok untuk menyetujuinya yakni, berjanji akan melakukan pengukuran ulang, akan mengupayakan laporan keuangan dipisahkan, akan megupayakan penghasilan anggota plasma lebih baik dari sebelunya.

Hal tersebut langsung dibantah oleh tim pengawas yang sudah bertugas dilokasi plasma selama tiga bulan secara bergantian, misalkan pengawas dari desa Aliaga Budiman Hasibuan dengan tegas mengatakan.

“kita jangan bergeser dari peta yang sudah ada dan sudah ditanda tangani diatas materai enam ribu, disamping itu kalau melihat peta yang baru ini sepengetahuan saya dilokasi tersebut banyak lahan kosong, tanaman tidak dapat dipanen, keadaan sudah menguning dan selama ini lokasi tersebut memang di telantarkan oleh perusahaan, jadi kalau kita ikuti peta ini sudah pasti merugikan anggota plasma yang kesekian kalinya lagi atau dengan kata lain kami menolak adanya peta baru,” Seru Aliaga.

Ditempat yang sama rekannya pengawas dari desa Mananti, Nasrun Daulay menimpali apa yang disampaikan rekannya dengan mengatakan lahan tersebut mulai dari blok L40 sampai L44 itu sama sekali tidak dimanfaatkan, selain itu lokasi lahan jurang dan rawa-rawa. Sehingga dengan tegas kami menyampaikan monolak mentah-mentah permintaan pergantian peta lahan. Tandasnya

Pada kesempatan yang berbeda Area Manager PT. MAI Mujiono Putra SP saat dikonfirmasi mengenai asal muasal lahirnya peta lokasi lahan baru atau pengganti peta lokasi lama yang sudah ditanda tangani via telp seluler mengatakan.

“benar itu kami dari PT Mai yang keluarkan,tapi saat itu Monang harahap datang minta peta dan harus dibuat hari itu juga, akan tetapi karena saya dan saudara Suwit selaku surveyor saat itu sedang tugas luar ke Pasaman, maka via HP saya perintahkan Suharto supaya mengambil peta yang ada diarsip lalu menyerahkannya ke Ali Monang. Namun saat itu Suharto sendiri tidak menemukan peta yang dimaksud, sehingga karena Monang minta harus ada hari itu juga, maka kami ambil keputusan serahkan saja peta sele-sele yang ada termasuk yang ada di avdeling. Saya sendiri belum tahu dan belum melihat peta yang didapatkan. Saudara Ali Monang jadi saya nggak bisa komentar dulu terkait hal tersebut. Selaon itu kantor direksi di Medan juga belum mengetahuinya” pungkasnya Mujiono.

Seterusnya setelah bahasan terkait peta lokasi plasma yang diajukan tidak dapat diterima kelompok tani dan koperasi maka rapat dilanjutkan dengan laporan para ketua kelompok yang sedang menjalankan pengumpulan tanda tangan anggota plasma diatas materai enamribu dan ternyata hasilnya cukup memuaskan dan kita yakin semua akan terrealisasi sesuai dengan jadwal yang ditentukan jawab para ketua kelompok serentak.

Pada kesempatan yang sama ketua DPK FKI-1 Padang Lawas Darwin Hasibuan mengisaratkan dengan sejarah lamanya Indonesia merdeka.Dikatakannya salah satu penyebab utama kenapa Indonesia begitu lama merdeka tidak lain dan tidak bukan akibat adanya rakyat indonesia yang menjadi mata-mata Belanda dalam melumpuhkan perjuangan para pejuang dan sekarang pahlawan bangsa Indonesia itu sendiri. (ali)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas