BIREUEN | BN – Dalam suasana riuh ratusan insan yang umumnya didominasi kaum muda dari beberapa komunitas, pada posisi bagian tengah memanjang searah bentuk bangunan ruko, terlihat sudah tertata sarana meja makan terisi dengan aneka menu masakan.
Meja yang sudah penuh dengan hidangan penuh gizi itu merupakan pemandangan yang nampak dilantai II Starblack Coffe lintasan Jalan T Hamzah Bendahara diantara Caffe 88 dan Ruko Cek Dun Caffe, jelang waktu beduk berbuka Minggu 18 Juni 2017.
Tempat yang sudah tersedia Penganan berbuka puasa aneka macam rasa dibarengi dengan minuman just warna-warni itu adalah merupakan bokingan yang diperuntukkan bagi 40 Mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum Kebangsaan Bireuen dalam mengisi acara siraturrahmi antar sesama dalam ajang Buka Puasa Bersama alias “Buka Bareng” (BuBar).
Acara kebersamaan yang digagas melalui mediator Komisaris Hendra dan Yuriska itu turut disemangati oleh kehadiran para undangan diantaranya Rektor Almuslim Dr. H. Amiruddin Idris SE, Ketua Yayasan Kebangsaan Hj Nuryani Rachman SPd, Bagian Pengajaran Biro rektor Candra serta beberapa tamu lainnya yang juga dari Yayasan Kebangsaan Bireuen.
Satu persatu kursi pasangan meja lajur tengah terisi dengan kehadiran mahasiswa yang diawali dengan sapaan akrab antar sesama. Sementara deretan samping kiri kanan juga penuh terisi dengan komunitas Alumni SMPN 4 Bireuen, serta jajaran dinding sebelah timur dikuasai oleh puluhan kaum muda dari komunitas Aceh Bus Mania (ABM). Diantara Personal ABM, ada juga anak muda yang menggunakan kostum komunitas bertuliskan Scania K410iB Doble Decker.
Desain ruangan lantai II Starblack Coffe yang terlihat penuh seni klasik dengan pemasangan lampu memancar cahaya keremangan, kian sempurna dengan kalaborasi pemasangan huruf iklan yang bertuliskan Ekpress Your Self Go A Head. Suasana persaudaraan kian terasa kentara menjelang bubar pamitan dengan saling salaman usai waktu buka puasa untuk meraih tempat mushalla menunaikan shalat magrib.
Terasa ada nuansa lain yang timbul dari gelar reuni antar sesama “anak kampus” pada penghujung bulan yang penuh maghfirah ini. Perasaan itu sebagaimana terungakap dari penuturan Muhajir Birly yakni salah seorang Mahasiswa STIH Kebangsaan Bireuen.
“Sungguh acara bernuansa “Religius” seperti ini patut kita pertahankan untuk berlanjut, demi semakin ter”patri”nya rasa kebersamaan antar mahasiswa yang sama-sama sedang meraih cita dari impian masing-masing,” demikian ungkap Muhajir menjelang membubarkan diri dengan kesan penuh perasaan. (Roesmady)


