Lantik Kepala Kampung, Bupati Ingatkan Dana Kampung Bukan Untuk Pribadi

BINTUNI | Bongkarnews.com – Bupati Teluk Bintuni , Ir.Petrus Kasihiw,MT melantik 20 orang Kepala Kampung di wilayah Distrik Meyado dan Distrik Moskona Selatan.

Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, SH dan Sekretaris Daerah (Sekda) Teluk Bintuni Gustaf Manuputty, S.sos.MM., turut serta mendampingi Bupati pada saat pelantikan para Kepala Kampung yang dilaksanakan di Aula Kantor Distrik Meyado , Sabtu (17/11/2018).

20 orang Kepala Kampung yang di lantik terdiri dari : 5 Orang Kepala Kampung Distrik Meyado dan 15 Orang Kepala Kampung Distrik Moskona Selatan.

Seusai melantik, pada kesempatan tersebut, Bupati Teluk Bintuni memerintahkan para Kepala Kampung agar segera kembali ke kampung masing masing untuk membangun masyarakatnya.

” Karena dana kampung harus turun di kampung, bukan di kota “

Bupati juga mengingatkan , jangan pernah salah mengunakan anggaran, karena apabila salah maka akan ada konsekwensi hukumnya.

” Jangankan Kepala Kampung, Bupati, Wakil dan Sekda kalau salah dalam mengunakan anggaran akan berurusan dengan hukum. Apalagi nanti sesuai dengan pidato Presiden RI Tahun 2019 Dana Desa (DD) akan dinaikan nilainya , maka dari itu gunakanlah dana dengan baik untuk pembangunan di kampung, bukan untuk pribadi ” ujar Bupati.

Dana kampung tahap ke-tiga sudah ada, namun akan dicairkan sesuai dengan rekomondasi dari Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung bagi kampung yang sudah devinitif.

Bupati juga menjelaskan di Kabupaten Teluk Bintuni ada 260 Kampung dengan rincian, 115 kampung devinitif dan 145 pemekaran.

Maka sesuai dengan pembicaraan dan konsultasi dengan DPRD, maka sudah dibentuk pansus kampung oleh DPRD dan ada tim evaluasi kampung dari pihak exekutif, sudah ada pembahasan untuk dalam sidang sidang berikutnya, 145 kampung yang dimekarkan melalui Perbup akan dinaikan setingkat lewat Peraturan Daerah(Perda), setelah itu, baru diusulkan ke pemerintah pusat agar ditetapkan sebagai kampung devinitif.

Untuk itu, mari sama sama menyiapkannya, karena kalau berbicara syarat saja, kita terlalu jauh dan kalau dihitung hitung mungkin 4/5 kampung saja yang memenuhi sayarat dari 145 kampung pemekaran. Tapi karena ini merupakan kebijakan maka dari itu segera membenahi kampung masing-masing.

Sekali lagi saya perintahkan kepada para kepala kampung agar segera pulang ke kampung masing-masing untuk membangun, sehingga jangan tinggal jadi lahan kosong, segera buat kantor kampung dan lain lain.

“Yang jelas, pemerintah dengan DPRD akan berusaha agar 145 kampung ini menjadi devinitif”.

Bupati juga mengingatkan para Kepala Kampung, kalau ada kepala kampung yang ingin ketemu Bupati atau Wakil Bupati harus melalui prosedur , harus lewat Kepala Distrik (Kadistrik) atau ada surat rekomondasi dari Kadistrik.

“Jadi tidak semua persoalan harus di selesaikan oleh Bupati atau Wakil Bupati, kan ada Kadistrik. Apabila bisa di selesaikan di Distrik, cukup di selesaikan di Distrik saja, tidak perlu Bupati atau Wakil Bupati yang menyelesaikan ” harap Bupati Teluk Bintuni. (HS)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas