Lagi… Poldasu Ungkap Kasus Narkotika Antar Propinsi Serta Pencucian Uang

  • Whatsapp

MEDAN | bongkarnews.com – Kapoldasu Irjen Pol Drs Martuani Sormin dalam Press Rillis pada hari Kamis (11-02-2021) jam 10:00 WIB yang dilaksanakn di depan halaman Direktorat Reserse Narkoba mengungkap kasus Narkotika jenis Sabu antar Propinsi Aceh-Sumut-Riau-Jatim-Sulawesi yakni seberat 29,93 KG serta Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU).

Adapun penangkapan terbesar yang dilakukan hari Sabtu  (09-01-2021) oleh pihak Poldasu dengan tertangkapnya bandar besar di Jalan Sudirman, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan yakni Irman Pasaribu alias Man Batak bersama dua orang temanya Udin dan Lydia Agustika. Dari ketiga tersangka ditemukan barang bukti 5 bungkus Narkotika jenis Sabu dalam kemasan teh cina.

Bacaan Lainnya

example banner

Setelah diproses dari tersangka Man Batak ditemukan beberapa keganjalan yakni adanya kasus pencucian uang. Setela ditelusuri pihak Poldasu maka ditemukan 18 sertifikat surat tanah kurang lebih seluas 13 hektar dan beberapa unit mobil hasil pencucian uang yang dilakukan tersangka.

Bukan itu saja dari tersangka juga di temukan barang bukti 2 senjata jenis sofgun serta 4 tabung airsof gun serta uang kontan sebanyak Rp 505.040.000.

Hasil penangkapan kedua yang dilakukan Unit 3 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut pada hari Rabu (13-01-2021) yaitu tertangkapnya seorang bandar yang bernama Alfis Ahmad alfian di Pool Bus Als yang hendak berpergian ke luar kota dengan membawa narkoba jenis sabu sebanyak 22 kg sabu yang di kemas dalam bungkus teh cina warna hijau.

Dan yang terakhir penangkapan ketiga pada (31-01-2021) di Bandara Kuala namu yakni Bakhtiar alias Tiar dan Faisal alias Palsu.dari kedua tersangka di temukan barang bukti 8 bungkus Narkotika jenis sabu seberat 1 kg, setelah di lakukan pengembangan maka pihak Poldasu menangkap 4 orang lagi dengan barang bukti Sabu yang diselipkan di dalam sepatu sebanyak 16 bungkus sabu seberat 1.930 grm yang mana para tersangka akan di hukum sesuai hukum yang berlaku ” ungkap Kapoldasu. ( HZA/dra ).

Pos terkait