Konferensi Ke VI, Sayuti Ahmad Kembali Pimpin PWI Lhokseumawe-Aceh Utara

Lhokseumawe | Bongkarnews.com – Sayuti Ahmad kembali Terpilih Sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Periode 2018-2021, dalam konferensi VI, yang di gelar di Aula kantor PWI Setempat, Senin (23/7).

Konfrensi VI PWI Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe di buka oleh Sekretaris Daerah kabupaten Aceh Utara, Abdul Aziz SH MH MM, di aula Sekda Kab Aceh Utara, dan juga dihadiri oleh Ketua PWI Aceh Tarmilin Usman. Selanjutnya acara pemilihan dilaksanakan di aula Kantor PWI di jalan PWI Desa Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Dalam konferensi tersebut hanya dua kandidat yang maju, yaitu Sayuti Ahmad dan Drs Marzuki, Kemudian saat penyampaian visi-misi Marzuki menyatakan secara terbuka untuk mengundurkan diri sebagai calon, secara aklamasi Sayuti kembali menjadi pimpinan PWI Lhokseumawe dan Aceh Utara kedua kalinya.

Sebelumnya Yuswardi Mustafa, yang merupakan salah seorang kandidat menyatakan secara langsung dan terbuka untuk mundur sebagai calon  kandidat, saat menyampaikan laporan mewakili panitia pelaksana. Padahal hinggal menjelang pembukaan pelaksanaan konferensi nama Yuswardi masih mewarnai bursa calon.

“Di dalam forum ini saya nyatakan mengundurkan diri sebagai calon kandidat, dan saya mengambil sikap untuk memberi dukungan penuh kepada saudara Sayuti Ahmad,” ucap Yuswardi.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman saat menyampaikan sambutan, menyebutkan, PWI Lhokseumawe dan Aceh Utara merupakan yang paling aktif, dibandingkan dengan beberapa kabupaten kota lain di Aceh, baik secara bermitra serta bersenergi bersama pemerintah dalam melaksanakan pembangunan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

“Saya berharap keadaan seperti sekarang ini bisa di pertahankan, agar  menjadi contoh kepada kabupaten/kota yang lain di Aceh, bahkan kekompakan sesama pengurus sangat pantas mendapatkan apresiasi,” kata Tarmilin.

Tamilin menghimbau kepada seluruh wartawan di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara agar menjalankan profesi jurnalistik secara profesional.” Tidak memjadi tameng atau bodyguard orang-orang tertentu,” tutup Ketua PWI Aceh.(rel)

EPAPER BONGKARNEWS