Komisi D Minta Bangunan Lim Hok Kiat Dibongkar

Medan, BN-Komisi D DPRD Kota Medan meminta Pemerintah Kota Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membongkar bangunan milik Lim Hok Kiat di Jalan HM Yamin/Kampung Durian, Medan. Sebab, bangunan tersebut bermasalah.

Permintaan itu disampaikan sejumlah anggota Komisi D dalam rapat dengar pendapat yang dilaksanakan, Senin (19/3/2018) yang dipimpin Ketua Komisi D, Parlaungan Simangunsong.

Anggota Komisi D, Paul MA Simanjuntak, meminta agar bangunan Lim Hok Kiat dibongkar. “Permasalahannya sampai bertahun-tahun dibiarkan, sementara anak ibu ini sudah luka dan dia pun tak berani tinggal di rumah tersebut. Kalau saya, hancurkan saja bangunannya karena sepertinya kebal hukum dan tak ada tindakan dari pihak terkait,” tegas Paul.

Senada dengan itu Sekretaris Komisi D, Salman Alfarisi, menegaskan peraturan harus ditegakkan. “Pengawasan instansi sangat lemah. Kalau sudah jelas bangunan ini salah, harus dibongkar,” tegas Salman.

Sebelumnya, Juriati Siregar, tetangga Lim Hok Kiat membeberkan, permasalahan bangunan Lim Hok Kiat dilaporkan ke DPRD Medan lantaran mengganggu kenyamanan. Pasalnya rumahnya rusak akibat tertimpa reruntuhan material bangunan Akiat. Tak hanya itu, Jati (15), putra Juriati ketiban naas. Kepalanya tertimpa runtuhan material Akiat sehingga opname di rumah sakit.

“Anak saya atlit sepakbola. Akibat tertimpa runtuhan bangunan Akiat, anak saya absen latihan,” papar Juriati.

Juriah juga menyoalkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yang didapat Lim Hok Kiat pada November 2017, sementara dia sudah menyurati instansi terkait yang menyatakan keberatan atas pembangunan tetangganya tersebut. “Sejak 2015 persoalan ini saya laporkan ke kelurahan, kecamatan, satpol pp, TRTB dan Polrestabes. Tapi kenapa IMB nya bisa keluar tahun 2017?” bilang Juriati.

Dia menambahkan, sebelum memiliki IMB Akiat tetap melanjutkan pembangunan di lantai II. Hal itu menimbulkan ketakutan dan trauma lantaran takut terjadi lagi peristiwa yang sama. Bahkan hingga saat ini Akiat tetap membangun dan materialnya kembali berjatuhan di belakang rumah Juriati. Persoalan itu pun kembali dilaporkan ke Polrestabes pada Agustus 2017.

Juriati juga mengaku, persoalan ini sudah berlanjut ke persidangan dan hingga saat ini masih diproses di Pengadilan Negeri Medan. “Saya memohon pada bapak dewan agar persoalan saya ditindaklanjuti. Sejak 2015 saya berjuang dan sudah berulangkali ke polisi, satpol pp tapi tak ada kelanjutan. Bantulah pak orang kecil kayak kami, saya bukan minta uang, tapi bangunannya menyalah sehingga belakang rumah saya rusak dan tak bisa digunakan,”kata Juriati berurai airmata.

Atas persoalan itu, Parlaungan Simangunsong, merekomendasikan agar dilakukan mediasi perdamaian oleh pihak kecamatan. “Jika tak selesai mediasi dalam sebulan ini, akan di RDP kan berikutnya. Kami juga menugaskan anggota dewan di Dapil 4, saudara Paul Simanjuntak dan Sahat Simbolon memantau masalah ini,” bilang Parlaungan. (ft)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *