Kec Merdeka Tertibkan Bangunan Liar Sepanjang Daerah Kawasan Wisata di Desa Gongsol

KARO | Bongkarnews.com – Pemerintahan Desa Gongsol  Kecamatan Merdeka, membuat gebrakan baru menjelang HUT RI Ke 73, dengan menertibkan bangunan liar yang didirikan oleh warga  di atas trotoar menuju objek wisata Bukit Gundaling Berastagi, Rabu (8/8).

Gongsol, salah satu desa terpilih sebagai Desa Percontohan yang dibina oleh PKK, selain itu juga daerah ini berada di daerah destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga butuh perhatian khusus pemerintahan Desa. membantu pemerintah Pemkab Karo untuk menertibkan bangunan liar yang berada di atas lahan pemerintah karena sudah mengganggu ketertipan umum.

“Memang sebelum desa Gongsol terpilih sebagai Desa Percontohan, Pemkab Karo, melalui dinas Pariwisata dan dinas Lingkungan Hidup untuk penertipan bangunan liar diatas trotoar sepanjang dan penataan lingkungan sepanjang akses jalan pariwisata menuju objek wisata Bukit Gundaling Berastagi.

Menindak lanjuti hal itu, Kepala Desa Gongsol Syahmidun Sitepu telah beberapa kali memberikan sosialisasi dan telah melayangkan surat kepada masyarakat terkait, maka sesuai hasil rapat musyawarah bersama Muspika di lakukan eksekusi.

“Terkait penertipan bangunan liar di atas trotoar,  saya sebagai kepala desa sudah memusyawarahkan bersama  Muspika hari ini harus di Tertipkan sekaligus bergotong royong menyambut HUT RI Ke 73. Adapun yang melaksanakan eksekusi penertipan ini, melibatkan Satpol PP, TNI dan Kepolisian, “Ujar Sitepu.

Sebaliknya, lanjut kepala desa Gongsol, menghimbau kepada masyarakat khususnya desa Gongsol, mendukung penuh program program pemerintahan, karena daerah ini berdampingan dengan daerah pariwisata , namun dibalik itu,  kepala desa siap membantu khusus masyarakat yang terkena dampak penggusuran, baik secara moral maupun moril.

Camat Merdeka, Terang Ukur Br Surbakti, mengapresiasi atas terobosan yang telah  dibuat oleh pemerintahan desa Gongsol “Penertipan ini sangat kita dukung, karena desa ini adalah Salah satu pintu wisata masuk ke Gundaling, jadi sudah tidak layak jika ada bangunan diatas trotoar Karena sudah mengganggu ketertipan umum, sehingga kedepannya pihak desa dan kecamatan akan terus melakukan koordinasi terkait penataan sepanjang jalan ini,” Ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan, Kapten Inf  J. Surbakti Koramil Simpang Empat dan di dampingi Kapolsek Simpang Empat AKP Nazrides Syarif , pihaknya selaku  bagian dari Muspika Kecamatan Merdeka, atas nama TNI dan Polri siap membantu dan mendukung penuh terkait penataan akses objek wisata dan semua program pemerintah desa demi pembangunan.

“Segala program pemerintahan desa Gongsol  tentang wisata, kita tetap dukung, khususnya tentang pembersihan bangunan liar di atas trotoar. Jauh jauh hari sudah di ingatkan kepada masyarakat terkait yang membangun di atas trotoar, supaya membongkar sendiri, karena sebagian tidak di indahkan, sehingga TNI, POLRI dan Satpol PP bekerja sama pemerintah desa, ikut turut ambil bagian, “Terangnya.

Ditempat yang sama, Dermawan Surbakti,  salah seorang warga Desa Gongsol pemilik bangunan yang ikut di gusur, menurutnya penertipan itu pihaknya sangat mendukung penuh. Namun dia berharap kegiatan ini jangan hanya sekedar seremonial atau karena adanya  kepentingan lainnya, silahkan eksekusi bangunan liar tanpa pilih buluh.

“Tindakan ini sudah sangat bagus dan tepat, mengingat desa Gongsol termasuk bagian dari daerah pariwisata, dan juga terpilih sebagai Desa Percontohan, hanya, kami masyarakat meminta kepada pemerintah Desa, Kecamatan maupun kabupaten Karo. Kedepanya juga harus seperti itu, jangan nanti seperti istilah ‘Panas panas tak ayam’ artinya jangan hanya skali ini saja,  tapi sebentar lagi sudah ada yang mendirikan bangunan di tempat ini. Kalau sudah membuat gebrakan ini, tetap dipertahankan selamanya dan tindak tegas jika ada yang melanggar, saya selaku  masyarakat Gongsol tetap mendukung daerah ini sebagai  desa Percontohan,” kata Dermawan kepada media bongkarnews.com.

Menurut pantaun kru media, eksekusi penertipan bangunan liar di atas trotoar menuju objek wisata Bukit Gundaling, sempat tertunda akibat adanya warga yang merasa kurang senang atas penertipan itu. Terlihat, meskipun kepala desa sudah mengimbau dan melayangkan surat sebanyak 3 kali, namun tidak diindahkan, sehingga pemerintah Desa, mengambil tindakan tegas dengan menurunkan Satpol PP, TNI dan Kepolisian, namun setelah dimediasi kembali, akhirnya menyetujui warung lapo tuak miliknya di bongkar.(Sangap.s)

 

Ket foto : Kades, TNI, Polri, SPP dan Camat membongkar bangunan liar yg berada di torotoar.

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas