Kapolres Bireuen Redam Antusias Pendemo Dengan Kata “Bek Panik”

BIREUEN | BN – Ratusan massa yang bergabung dibawah  Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bireuen (AMPB) untuk kali ketiga, kembali beraksi menuntut kejelasan hukum terkait penyelidikan kecurangan Pilkada Bireuen yang dimainkan oleh paslon peraih jumlah suara terbanyak dengan menggunakan uang “money politik”.

Didepan pagar gedung DPRK Bireuen massa yang dimanyoritasi kaum ibu melakukan orasi diatas mobil trailer bak terbuka menggunakan sound sistem pengeras suara.  Aksi ke III massa AMPB ini berlangsung Senin 6 Februari 2017, dikawal oleh 100 lebih  personil kepolisian Polres Bireuen dimulai sekira pukul 11.00 Wib hingga  pukul 14.00 Wib.

Bacaan Lainnya

Setelah sekitar satu jam berjalan aksi diluar pagar gedung dewan, diatas ruas jalan umum arah kawasan Rekreasi Pesisir Ujoung Blang, Sejumlah anggota DPRK Bireuen yang diketuai Ridwan Muhammad didampingi sejumlah anggotanya terlihat muncul keluar dari dalam kantor menemui kelompok pengunjuk rasa, dengan ikut  naik keatas mobil trailer tempat utusan sang orator menyampaikan aspirasinya..

Menanggapi sejumlah tuntutan massa lewat oratot demo, Riwan Muhammad menyampaikan sikap menampung aspirasi yang diluapkan pendemo. Selain sang ketua, sejumlah anggota DPRK Bireuennya turut berbaur dengan orator aksi antara lain, Muchlis Rama , Ruslan M Amin, Ismail Adam, Fadli, dan sejumlah nama lainnya.

“Saya selaku Ketua DPRK Bireuen berjanji akan mengupayakan penuntasan apa yang saudara-saudara sampaikan melalui kami sebatas tupoksi yang kami miliki,” ujar Ketua DPRK Bireuen yang disambut Yel-Yel Hidup Pak Dewan dari massa pengunjuk rasa.

Sikap fokus dewan dalam menampung aspirasi pengunjuk rasa kian diyakini menyusul penegasan sambungan oleh Ketua Komisi A DPRK Bireuen Fadhli  M.Yusuf (PA). Ditegaskan Fadli, sebagai keseriusan mendalami tuntutan masyarakat pihaknya malah dengan memanggil  Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bireuen, selanjutya Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen,  Bupati Bireuen, Gakkumdu dan kalau perlu Kapolres Bireuen.

Sebagai Komisi yang bertanggungjawab atas perekrutan aggota lembaga Panwaslih Bireuen pihaknya mengakui jika Panwaslih Bireuen tidak memfungsikan dirinya  secara maksimal,  sangat lemah dalam mengawasi serta menindak lanjuti laporan-laporan yang masuk.

“Namun Apapun yangberlaku saya akan melakukan upaya untuk mengusut tuntas apa yang terjadi dalam proses tahapan  Pilkada Bireuen, dengan resiko apapun, bahkan  saya sudah siap untuk dipecat,” tegasnya dihadapan ratusan pendemo dengan semangat bak seorang  kesatria.

“Sungguh kami sangat kecewa terhadap kinerja  Panwaslih Bireuen. Padahal indikasi money politik sudah jauh-jauh hari sudah mencuat dan dibicarakan sejumlah kalangan. Bahkan dari mulai tahapan  pengumpulan KTP sudah disebut-sebut, seharusnya saat itu mereka sudah bisa bersikap pro-aktf  melakukan pengawasan dan bertindak ,” demikian Fadhli PA.

Selain uraian tanggapan dari wakil rakyat, Kapolres Bireuen AKBP Heru Novianto SIK turut menyampaikan sikap tegasnya melalui microphone pengeras suara dengan mengawali kata “Bapak Ibu Bek Panik”.Percayakan bahwa kami sedang bekerja maksimal untuk mendapatkan kesimpulan pasti tentang semua yang Bapak – Ibu amanatkan kepada kami.

“Yakinilah bahwa kami akan bekerja sesuai yang bapa ibu harapkan. Makanya saya juga menghimbau kepada massa untuk bersikap tertib dalam menulusuri lalulintas jalan raya dengan harapan tidak ada peristiwa apapun yang berlaku terhadap semuanya,” demikian belaian kata Kapolres Bireuen yang disetujui sebari dibarengi Koar Hidup Bireuen, oleh anggota pengunjuk rasa.

Ratusan kaum hawa berumur setengah baya mulai terlihat mulai berdatangan mulai pukul 09.00 Wib kebanyakan menggunakan mobil bak terbuka sejenis Panther dan L 300 pick up mengarah ketitik lokasi demo depan Gedung DPRK Bireuen. Belasan mobil tumpangan pengunjuk rasa terpaksa menjangkau lokasi orasi melalui jalan alternatife desa Geudong-Geudong, karena jalan lintas biasanya sudah dibac up pihak keamanan mulai pukul 09.00 Pagi, dengan marka dilarang lewat.

Seorang ibu paruh baya asal Simpang Mamplam kepada Bongkar News mengaku dia datang bersama rombongan menggunakan mobil angkutan barang L 300 Pick Up yang sudah dipersiapkan korlap tanpa menyebutkan identitas korlapnya. “Kami datang ingin mengharapkan penegakan hukum dari lembaga terkait, agar kasus money politik yang terjadi didesa kami diusut tuntas,” ungkapnya.

Disisi lainnya disaan peserta aksi menggunakan masa istirahat, sejumlah kaum ibu jelang usia renta terlihat duduk berbaris depan pagar pinggiran jalan sambil melafazkan zikir bersama. Tuntunan bunyi dari lafaz zikir  tersebut seringnya dilantunkan oleh jamaah zikir yang tergabung dalam Kumpulan Jamaah Majelis Tak’lim bernama “Sirul Mubtadi,”.

Dikabupaten Bireuen, Jamaah Majelis Taklim ini jumlah anggota yang sudah mendapat kartu anggota sebanyak 21.000 orang dan diketuai oleh Tgk Sulaiman Yusuf. Sementara nama Tgk H M Yusuf Abdul Wahab (Tu Sop) yang juga salah seorang calon bupati Bireuen dalam Pilkada 2017  lalu, juga tertera nama sebagai salah satu Penasehat dalam struktur  Jamaah Majelis Tak’lim Sirul Mubtadin Cabang Kabupaten Bireuen..(Roesmady)

Pos terkait