Kades Pakuan Aji Menyaksikan Warganya Adakan Klarifikasi Mengenai Dugaan Pemotongan BPNT

SUKADANA | bongkarnews.com – Puluhan masyarakat Pakuan Aji, kecamatan Sukadana, Lampung Timur didampingi Rohmanan, selaku kepala dusun (Kadus) dusun 3 desa setempat, malam Senin, (23/02/2020) mendatangi kepala desa Pakuan Aji, Tan Malaka untuk memberikan klarifikasi tentang bantuan berupa beras dan telur yang diterima mereka dari e-warung yang ada di dusun 3 desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.

Dihadapan kepala desa dan para awak media, mereka penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menyatakan bahwa isu yang beredar tentang adanya pemotongan bantuan dari e-warung yang dikelola oleh ibu Tri Handayani adalah tidak benar

“Kami nyatakan bahwa bantuan e-warung yang kami terima utuh berupa beras 8kg dan telur 8 butir, tak ada potongan sama sekali dan inI bisa kami pertanggung jawabkan ucapnya.

Mengenai informasi yang beredar tentang adanya ketidak jelasan bantuan tersebut yang disinyalir ada pengurangan beras dan telur yang di terima sepontan mereka menjawab.

“Setelah kami menerima beras dan telur yang utuh dari e-warung, kami urun rembuk bersama warga dusun 3 yang tidak memperoleh BPNT tapi seharusnya mereka layak menerima hal tersebut, maka kami bersepakat beras dan telur yang kami terima kami akan bagikan kepada mereka yang membutuhkan namun dalam kategori miskin dan tidak menerima BPNT, itu kami sepakati dengan surat pernyataan seperti ini” ujar perwakilan warga sambil menyerahkan surat pernyataan yang menyatakan kesepakatan bersama kepala desa setempat

di tempat yang sama Tri Handayani selaku pemilik e-warung merasa lega mendengar pernyataan warga dari dusun 3 desa Pakuan Aji.

Inilah yang terjadi mas, sebenarnya sesuai aturan dan tekhnis pelaksanaan nya, dari dinas sosial saya selaku pengelola e-warung saya berikan hak-hak mereka sesuai apa yang di sampaikan oleh warga,tak ada potongan dari saya dan juga perlu diketahui bahwa kesepakatan ini yang ditandatangani oleh warga penerima BPNT perlu juga saya jelaskan ini hanya terjadi di dusun 3 desa Pakuan Aji aja, yang artinya bukan semua dusun seperti yang diberitakan akhir-akhir ini ujarnya.

Sementara kepala desa pakuan,Aji Tan Malaka yang ikut menyaksikan Klarifikasi tersebut mengatakan bahwa Ini semua adalah atas kesepakatan warga penerima BPNT di dusun 3, dengan sukarela tanpa ada paksaan dari unsur manapun.

“Silakan teman-teman wartawan tanya sendiri kepada warga apakah di sini ada permainan, apabila di sini ada kepala dusun dan perangkat desa ataupun e-warung yang mencari keuntungan pribadi, maka saat ini juga akan saya berhentikan mereka sesuai dengan kewenangan saya sebagai kepala desa tegasnya.

“Saya tegaskan sekali lagi bahwa saya tidak pernah memerintahkan atau mengarahkan perangkat desa atau pemilik e-warung untuk bermain-main dengan Bansos ini, Silahkan laporkan
ke saya, jika ada yang mencari keuntungan pribadi dengan memanfaatkan bantuan ini Pungkasnya.(Rizky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *