Sebut pria yang dekat dengan sejumlah pejabat Aceh ini, fase perang, fase paska perang dan fase damai telah mencerdaskan Rakyat Aceh dalam menentukan sikap memilih sosok nahkoda yang memimpin Negeri menuju masa depan Aceh yang lebih baik dan bermartabat serta di untungkan.
“Tim pemenangan Irwandi-Nova yang bertungkus lumus bekerja, berjuang di seluruh Aceh juga patut di apresiasi, kesungguhan mereka terlihat pada hasil capaian yang luar biasa yang diraih “Kapiten Berani” asal Bireuen Irwandi Yusuf yang terpilih menjadi Gubernur Aceh dengan perolehan suara terbanyak,” ujar Tarmizi AGE.
Sebelumnya Irwandi Yusuf pernah menjadi Gubernur Aceh dari tahun 2007 sampai dengan 2012 saat itu Irwandi Yusuf yang sering disapa bang Wandi oleh sahabat-sahabatnya cukup terkenal dengan dokter hewan hingga sebagai ahli propaganda GAM yang lebih di kenal dengan paanggilan Tgk Agam.
Nilai Tarmizi AG, pesawat yang dibadannya bertulihkan bahasa Aceh sangat pekat dan kental ini “Hanakaru hoekagata,” (Tidak ribut dimana kamu,” menjadikan perasaan bangsa Aceh ikut terusik bangga, pastinya orang Aceh akan berilustrasi, “Hebat ternyata Irwandi Yusuf, hebat orang Aceh bisa menerbangkan pesawat,” tak kalah dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
“Kita kemudian bertanya, apakah kemenangan Irwandi-Nova sebagai Gubernur Aceh/Wakil pada pilkada 2017/2022 karena miliki pesawat terbang, oh tidak, Irwandi punya peninggalan sejarah (Na keuneubah) yang masih sangat dirasakan masyarakat, antaranya JKA, kepeduliannya pada anak yatim, urusan pendidikan hingga ke urusan olahraga dan bola, semua merasakannya, itu pasti,” sebut pria yang dikenal dengan panggilan Almukarram oleh teman-teman seperjuangannya di seluruh Aceh.
Sebagai Eks Denmark, Tarmizi memiliki sesuatu untuk Irwandi-Nova dan timnya bansigom Aceh (Seluruh Aceh), kemenangan ini adalah sebuah ungkapan tulus dari rakyat bahwa Aceh butuh Bang Wandi.





