Ingin Masukkan BD ke Kandang Buaya, Harapan Budi Waseso Hampa

JAKARTA | Bongkarnews.com – Sepakterjang Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso dalam pemberantasan narkoba di negeri ini tak perlu diragukan lagi. Isu menyeruak bahwa tak jarang para bandar narkoba dibuat cemas atas wacana Budi Waseso.

Salah satu wacana yang belum terealisasi itu adalah menggabungkan para narkoba ke dalam kandang buaya. Wacana tersebut dianggap sadis, tapi itu semua dilakukan Budi Waseso demi anak bangsa.

Kini cerita dan harapan Budi Waseso seakan hampa. Sebab, Budi Waseso tak lagi duduk sebagai orang nomor satu di Badan Narkotika Nasional (BNN). Walau tantangan sedikit ringan, artinya tak lagi berhadapan dengan kenekatan sang bandar, tapi jabatan yang dipegang Budi Waseso saat ini menyangkut kemaslahatan umat khususnya rakyat Indonesia.

Ya, beberapa hari lalu Budi Waseso duduk di porsi baru. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti. Budi Waseso yang juga akrab disapa Buwas itu mengatakan diminta untuk menjaga kestabilan harga pangan, khususnya beras menjelang puasa dan Lebaran yang akan berlangsung Mei sampai Juni 2018 mendatang.

“Tugas-tugasnya masalah pangan khususnya beras, yang penting menjelang puasa dan Lebaran. Paling utama kesediaan barang dan stabil harga. Jadi harus berpikir demand dan suplai. Sehingga dalam menyambut hari besar puasa dan Lebaran, ketersediaannya terjamin,” katanya di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat kemarin.

Jenderal bintang tiga itu mengatakan, masih perlu mendalami peran dan fungsi Bulog sehingga bisa melaksanakan tugasnya dan mencapai tujuan yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN kepadanya.

Buwas sendiri mengaku baru mengetahui kabarnya diangkat menjadi Dirut tak lama sebelum ini. “Saya baru tahu tadi mendadak menerima SK. Pada prinsipnya kita mendapatkan amanah harus bekerja sebaik mungkin. Saya terdidik kan abdi negara ini amanah, ini ibadah saya,” katanya.

Dia bilang tugasnya sekarang cukup berbeda. Jika pada masa lalu tugas yang dia jalani demi kepentingan generasi bangsa, maka yang sekarang untuk kepentingan perut masyarakat.

“Ini tantangannya berat. Mudah-mudahan pangan ini stabil tidak ada yang memainkan pangan, karena ini kepentingan orang banyak,” pungkasnya.

“Saya akan pelajari, simpul itu yang harus dipelajari agar demand dan suplai lancar, saya akan melihat ke dalam, kebiasaan saya memetakan dulu, setelah dulu saya tahu di lingkungan kerja saya. Jadi dari data yang saya miliki agar tidak salah,” tandas Buwas.

Seperti diketahui perubahan posisi tersebut dimuat dalam urat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaam Umum (Perum) Bulog.

Selain pengangkatan Direktur Utama, surat itu juga mengangkat Triyana diangkat menjadi Direktur Keuangan.

Ini sebuah bentuk penyegaran dalam manajemen perusahaan, ujar Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro.

Wahyu mengatakan, pemerintah terus mendorong agar Perum Bulog sebagai perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah dapat menjalankan perannya.

“Untuk menjaga Harga Dasar Pembelian gabah petani, stabilisasi harga khususnya harga pokok, penyaluran program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), pengelolaan stok pangan serta bahan pangan lainnya di luar beras,” ucap dia.

Dia menambahkan, pemerintah berharap pergantian direksi ini akan membantu stabilisasi harga pangan dan kebutuhan pokok, terutama menjelang Lebaran tahun 2018.

Pada saat bersamaan dengan rilisnya surat keputusan pergantian direksi Bulog, Kementerian BUMN juga menetapkan Teten Masduki sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog menggantikan Sudar Sastro Atmojo.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-116/MBU/04/2018. (BN/NT)

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas