Batubara | Bongkarnews.com – Dianggap tidak netral dalam menjalankan tugas, apalagi jelang Pilkada ini. Melihat sinyalemen ‘bau’ dan memihak tersebut, sejumlah mahasiswa beraksi. Tepatnya terjadi di Kabupaten Batubara, baru-baru ini.
Adalah Faisal Hasrimy yang dipilih sebagai pelaksana tugas alias Pjs Kabupaten Batubara. Gelagat tak baik memasuki masa kampanye calon kepala daerah ini, alhasil para mahasiswa mendesak agar Faisal pergi dari tanah Batubara.
Mereka yang mengatasnamakan mahasiswa dan pemuda tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Batubara.
Dalam orasinya, pimpinan aksi Ahmad Fatih sultan mendesak agar Pjs bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung 27 juni 2018 mendatang.
“Jangan hanya mengimbau PNS untuk bersikap netral, Anda juga harus netral,” tegasnya.
Sultan juga menduga bahwa Pjs Bupati sudah berberapa kali melakukan pertemuan dengan tim sukses salah satu calon bupati yang ada di Batubara. Ini menunjukkan sikap Faisal dianggap tidak fair.
Berbagai kegaduhan politik pun terjadi semenjak Faisal menjabat, yaitu merotasi sejumlah pejabat dari eselon II, III, hingga IV di lingkungan Pemkab Batubara. Prioritas menjagokan salah satu calon diduga sarat dengan kepentingan.
“Bayangkan seseorang yang baru menjabat baru dua minggu, sudah melakukan perombakan sedemikian rupa. ini ada apa?” teriak massa.
Tak hanya itu, para generasi muda bangsa ini juga mendesak agar Menteri Dalam Negeri untuk segera mencabut keputusannya Nomor 131.12-228 tahun 2018 tentang penunjukan Pjs Bupati Batubara selama Wakil Bupati Batubara menjalankan cuti di luar tanggungan negara untuk melaksanakan kampanye pada Pilkada tahun 2018 dari tanggal 15 Februari 2018 sampai dengan 23 Juni 2018.
Selain itu, Abdurrahim koordinator lapangan menegaskan, “Ingat pesan Gubernur Sumatera Utara saat melantik dirimu, Tengku Erry telah berpesan agar PJS Bupati Batubara agar dapat bersifat netral, dan menjamin kenetralisan Pegawai Negeri Sipil yang ada di kabupaten Batubara.”
“Oleh karena itu, kami mendesak agar Gubernur Sumatera Utara segera mengganti Pjs Bupati Faisal Hasrimy kepada orang yang lebih profesional. Kami tidak ingin ada konflik horizontal yang lebih luas terjadi di bumi sejahtera Berjaya, dan kami tidak mau kampung halaman kami dipimpin oleh amatiran yang hanya menjadikan tanah sejahtera Berjaya sebagai tempat mereka yang haus kekuasaan,” ujar Asro, salah satu orator pemuda.
“kami tentu tidak akan diam begitu saja, aksi ini akan terus kami lakukan, sampai kegaduhan yang terjadi dapat selesai oleh Pjs Bupati,” ujarnya. (SY)





