Hukum Adat Arfak dan Wondama Masuk Katalog Perpustakaan Kongres Amerika Serikat

example banner

MANOKWARI | Bongkarnews.com – Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay dan kampus sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) menggelar Seminar sehari tingkat regional provinsi Papua Barat dengan maksud menggagas norma-norma dan hukum adat suku Arfak di kabupaten Manokwari dan suku Wondama di kabupaten Teluk Wondama yang telah masuk kedalam kategori perpustakaan dunia dalam Katalog Perpustakaan Kongres Amerika di Amerika Serikat oleh Dr.Filef Wamafma, S.H, M.Hum dalam penelitihan memperoleh gelar doktoral yang mempelajari hukum adat suku Arfak dan Wondama sehingga dapat diakui oleh dunia untuk masuk kedalam kategori perpustakaan dunia pada saat katalog kongres perpustakaan dunia Amerika.

Materi pada seminar ini dibawakan oleh tiga pembicara utama yakni Dr.Filef Wamafma SH.,M.Hum.,C.LA. selaku ketua Umum Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari yang juga merupakan penyetus sejarah baru putra Papua yang membawa sejarah kedua suku tersebut kedalam konggres perpustakaan dunia, pemateri terkait yaitu dibawakan oleh Levinus Wanggai, S.Sos perwakilan dari anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat dan Mananwir Paul F. Mayor, S.IP selaku ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay.

Acara ini dihadiri oleh Utusan Masyarakat Adat Arfak, Pemuda Arfak, Para Kepala Suku, Tokoh Adat, Persekutuan Gereja-gereja Papua di Papua Barat ( PGGP PB), majelis Rakyat Papua Barat ( MRPB), solidaritas perempuan Papua Wilayah III doberay (SPP wil. III doberay), Tokoh Mahasiswa, Birokrat dan Utusan dari berbagai Elemen Masyarakat.

Acara dilaksanakan pada jam 16.00 – 19.00 WIT Senin (17/12) bertempat di Kampus STIH Manokwari Papua Barat dengan menggagas serta melahirkan berbagai konsep dan pikiran-pikiran cerdas membuka wawasan berpikir masyarakat tentang apa itu Hukum Adat suku Arfak yang terdiri dari empat suku besar yakni suku Hatam, Meyah, Sough, Moile di kabupatn Manokwari dan Hukum Adat Wondama yang terdiri dari 5 suku besar yakni suku Wandamen, Roon, Roswar, Mairasi, Miere dan beberapa suku lainnya di Kabupaten Teluk Wondama provinsi Papua Barat.

Dalam seminar juga dibahas tiga hal penting yang merupakan Identitas Orang Asli Papua (AOP) yang terikat dengan Wilayah Adat, Hukum Adat dan Manusia Adat Papua, maka itu dengan adanya seminar ini memberikan wawasan untuk bagaimana menjaga dan melindung hak-hak adat tersebut, diantaranya Stop Jual Tanah ( Wilayah Adat), Stop Pengangkatan Anak Adat karena kepentingan Politik dan upeti ( Hukum Adat), Stop merusak hidup dengan berbagai cara ( Manusia Adat Papua). Seperti yang dikutip pada pres releasenya ketua DAP wilayah III Doberay Mananwir Paul F.Mayor, S.IP kepada bongkarnews.com melalui pesan singkat WhatsApp (WA) usai pelaksanaan seminar hak-hak adat suku Arfak dan Wondama di kampus STIH Manokwari Senin (17/12).

Dewan Adat Bangga dengan Karya Anak adat Papua yang menembus Katalog library of Congress. ini karya luar biasa seorang Dr ( c) Filep Wamafma SH M Hum C LA Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari yang pantas kita semua di Tanah Papua maupun Indonesia memberikan apresiasi dan membantu beliau dalam karya-karya ilmiahnya atau penelitiannya tentang hukum adat di Papua Barat, Tutur Paul.

“Kami dari dewan adat minta agar segera pemerintah membantu dan memfasilitasi perbanyak buku Hukum Adat Arfak dan Wondama, agar bisa dijadikan bahan ajar di sekolah, Kantor Pemerintahan, Kepolisian, TNI, Perusahaan, dan dibagikan kepada para tamu pemerintah supaya semua orang tahu Papua punya Hukum Adat dan nilai-nilai kearifan lokal yang wajib dihormati, dijaga dan dilestarikan karena ini adalah Identitas Orang Papua itu sendiri,” ujar Paul dalam pres releasenya.

Perpustakaan Kongres Amerika Serikat (Library of Congress) secara de facto adalah perpustakaan nasional Amerika Serikat dan pusat riset Kongres Amerika Serikat. Perpustakaan ini menempati 3 buah gedung di Washington D C, Perpustakaan terbesar di dunia dari segi luas rak buku dan total koleksi buku. Katalog perpustakaan ini mendaftar lebih dari 32 juta judul bahan pustaka yang ditulis dalam 470 bahasa.

Perpustakaan juga menyimpan koleksi 61 juta manuskrip, dan koleksi buku langka terbesar di Amerika Utara, termasuk naskah Deklarasi Kemerdekaan Amerika Hukum Adat Arfak dan Wondama Masuk Katalog Perpustakaan Kongres Amerika Serikat ( Library Of Congress), Tutur Paul.

Seminar Regional Papua Barat yang digagas Oleh Dewan adat Wilayah III Doberay (DAW III doberay) bersama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari ( STIH) Manokwari.

DAP wilayah III Doberay pun mendesak agar pemerintah dalam dalam ini pemda Manokwari, pemda Teluk Wondama dan pemprov Papua Barat segerah membantu dan memfasilitasi serta memperbanyakan buku Hukum Adat arfak dan Wondama sudah ada ini, agar bisa dijadikan sebagai bahan Ajar di sekolah, Kantor Pemerintahan, Kepolisian, TNI, Perusahaan, dan dibagikan kepada para tamu pemerintah agar dapat diketahui oleh semua kalangan publik tentang Hukum Adat Papua dan nilai-nilai kearifan lokal yang wajib dihormati, dijaga dan dilestarikan karena ini adalah Identitas Orang Asli Papua itu sendiri. Lanjut Paul dalam pres Realeasenya. (JM)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas