DPRK Gayo Lues Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Gayo Lues Ke-18

GAYO LUES | bongkarnews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Gayo Lues laksanakan rapat paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Gayo Lues XVIII tahun 2020 di gedung DPRK, Rabu (11/03/2020).

Ketua DPRK Gayo Lues, H.Ali Husin dalam sambutannya menyampaikan, sudah semestinya semua orang menghayati dan membuka memori sejarah kabupaten Gayo Lues, depalan belas tahun yang lalu di mana terpampang berbagai keberhasilan yang telah dilakukan, dan tantangan yang telah terbentang sejumlah tantangan dan persoalan yang harus menjadi catatan dan perhatian bagi seluruh komponen pembangunan di Kabupaten Gayo Lues.

Ali Husin melanjutkan, seiring dengan itu, sebagai bangsa yang selalu menghargai dan tidak melupakan sejarah, maka proses penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan masyarakat di daerah ini diawali dengan tetesan keringat dan kerja keras oleh para pejuang pembentukan kabupaten Gayo Lues.

“Di usia kedelapan belas Kabupaten Gayo Lues, bagi sebuah daerah pemekaran merupakan usia yang amat muda, pepatah mengatakan, umur masih setahun jagung, darah masih setampuk pinang, dengan usia ini tentu belum banyak yang bisa kita raih jika dilihat dari sudut pembangunan, apalagi jika kita bandingkan dengan kabupaten lain yang usianya lebih tua dari kabupaten Gayo Lues,” ujarnya.

Ali Husin menerangkan, Gayo Lues bagaikan seorang yang masih remaja, usia ini retan akan berbagai pengaruh dilingkungan yang bisa merubah perkembangan dan daya nalar. Usia ini membutuhkan perhatian yang serius dari semua kalangan jika tidak ingin mengalami dekadensi despek kehidupan dan moral di kabupaten Gayo Lues.

“Kerja keras, perhatian, optimalisasi, keseriusan dan kebersamaan harus tetap kita kedepankan dan kita jaga bersama. Motivasi dan inovasi merupakan kerangka berpikir objektif, kritik dalam pembangunan merupakan bumbu dalam kehidupan berdemokrasi, namun harus berbeda dalam koridor dan etika ke-Gayo-an kita, kunul gelah sara duk, ratib gelah sara anguk, dalam istilah Gayo, ini perlu kita camkan bersama,” katanya.

Ali Husin melanjutkan, semenjak kabupaten Gayo Lues lahir, sudah beberapa kali melakukan pergantian tampuk kepemimpinan mulai dari, Almarhum Muhammad Ali Kasim, Aspino Abusamah, Cipta Hunay, H. Ibnu Hasyim dan sekarang H. Muhammad Amru bersama wakilnya H.Said Sani, semua pemimpin ini memiliki tekad yang sama untuk mengantarkan Gayo Lues ke arah yang lebih baik, mereka semua telah melakukan yang terbaik dan mengarahkan semua kemampuannya demi masyarakat Gayo Lues.

“Kita sadar, sebagai manusia, tidak ada satu pun pemimpin yang sempurna, mereka semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan mereka harus kita apresiasi, sebaliknya kelemahan mereka harus sama-sama kita perbaiki dan kita ingatkan lepas berulo, taring berai,” ujarnya.

Sementara Bupati Gayo Lues, H.Muhammad Amru dalam sambutannya menyampaikan, delapan belas tahun yabg silam, tepatnya pada 11 Maret 2002 dalam sidang paripurna DPRI telah mengesahkan Kabupaten Gayo Lues menjadi salah satu Kabupaten di NKRI, dengan pengesahan tersebut tanah tembuni tercinta Gayo Lues berdiri sejajar dengan kabupaten kabupaten lainnya di Nusantara ini.

“Dalam memperingati HUT lahirnya Kabupaten Gayo Lues ke 18 ini, kami mengajak semuanya untuk sejenak merefleksi latar belakang arus sejarah dari negeri yang kita cintai ini. Meskipun Gayo Lues baru ditetapkan menjadi kabupaten pada 2002, namun sebagai negeri berdaulat telah terbilang estis, menjulangnya mesjid Asal Penampaan merupakan sebagai saksi sejarah betapa Syar’iat Islam telah menumpang keberadaan masyarakat Gayo Lues,” terangnya.

Bupati mengatakan, Pemerintahan kejuruan Patiambang adalah tinta emas yang meneguhkan kemandirian dari urang Gayo, bahkan seni Saman yang merupakan cerminan kesejahteraan yang diwariskan pendahulu yang mana saat ini telah ditetapkan sebagai warisan dunia dan juga sebagai bukti bahwa Gayo Lues merupakan masyarakat yang mempunyai budaya tinggi.
“Dengan demikian perwujudan masyarakat yang Islam, mandiri dan sejahtera merupakan situs masa lalu yang wajib kita pertahankan, wajib kita kembangkan, dan wajib kita bumikan di negeri seribu Hafids ini. Berpijak pada keanggunan sejarah ini, peringatan hari ini, peringatan hari jadinya kabupaten Gayo Lues yang kedelapan belas ini mengambil tema, melalui ulang tahun kedelapan belas kabupaten Gayo Lues kita wujudkan negeri yang bersyariat, menuju masyarakat yang sejahtera,” ungkapnya. (JAMALUDDIN.P)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *