Ditutup oleh PT PIM, Warga Keluhkan Pintu Akses ke Sekolah dan Masjid 

ACEH UTARA | bongkarnews.com – Warga Gampong Tambon Tunong Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara, beberapa bulan ini mengeluh terhadap kebijakan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang menutup pintu akses ke Sekolah Yayasan Al Alaq dan masjid yang berada di dalam Komplek eks PT Asean Aceh Fertilizer (AAF).

Menurut Amiruddin, warga Gampong Tambon Tunong yang juga menjabat sebagai Kasi Pemerintahan gampong tersebut, Jum’at (23/08/2019), dirinya sering menyaksikan langsung para wali murid yang kesulitan saat mengantarkan anaknya ke Sekolah Al Alaq tersebut, peristiwa ini berlangsung sudah beberapa bulan lalu sejak penutupan pintu masuk yang berada di samping komplek eks ASEAN yang sekarang sudah menjadi aset PT PIM atau tepatnya di jalan Krueng Geukueh-Nisam.

Katanya, pemerintah gampong sudah menyurati PT PIM melalui surat yang ditandatangani oleh Keuchik (Ir. Aguseha H. A. Latief) dan mengetahui Ketua Tuha Peut (Jatanizar, S Ag) dengan nomor 333/VII/2019 tertanggal 18 Juli 2019, dalam surat itu pihak gampong meminta PT PIM agar membuka kembali pintu pagar yang telah ditutup, supaya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, mengingat selama ini banyak keluhan dari wali murid yang mengantar jemput anaknya ke sekolah dan juga masyarakat sekitar yang ingin menunaikan ibadah ke masjid yang berada di dalam komplek.

“Sejak surat ini kami kirimkan sebulan lalu, pihak PT PIM belum merespon terhadap permintaan kami ini, mereka mengatakan akan duduk rapat dengan kami tapi belum tahu kapan waktu itu,” sebutnya.

Lanjutnya, permintaan warga agar pintu pagar dibuka kembali karena kalau melalui pintu gerbang utama komplek, jaraknya terlalu jauh dan beresiko terhadap keselamatan karena melewati jalan negara lintas provinsi yang sangat padat lalu lintasnya, dibandingkan dengan masuk lewat pintu pagar samping komplek yang sebelumnya mudah dilalui kendaraan. Selain itu, bagi warga yang ingin beribadah ke masjid, apa bila harus memarkirkan kendaraannya diluar pagar, dan berjalan kaki menuju masjid, dikhawatirkan beresiko terhadap keamanan sepeda motornya.

Ironisnya lagi, di dekat lokasi pagar yang ditutup tersebut, sebelumnya terdapat pohon yang rindang dan sering dimanfaatkan oleh siswa-siswi dan juga wali murid untuk menunggu penjemputan, tetapi saat ini sudah ditebang oleh pihak PT PIM, sehingga sekarang di lokasi tersebut tidak ada lagi tempat berteduh saat terik matahari.

Zainal Abidin, selaku anggota Tuha Peut Gampong Tambon Tunong, pada kesempatan yang sama mengatakan, pihak gampong menyurati PT PIM untuk meredam masyarakat yang selama ini mulai terpancing emosinya akibat ditutupnya akses pintu pagar tersebut agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan, karena nantinya apabila terjadi hal tersebut, seakan-akan warga gampong Tambon Tunong arogan.

“Sebenarnya kalau pihak PT PIM ingin mencari solusi. mereka bisa saja menerapkan sistim buka-tutup pintu pagar itu, pagi dibuka, lalu siangnya ditutup kembali setelah siswa pulang sekolah, dan untuk mengaturnya bisa ditempatkan petugas satpam di lokasi tersebut, apalagi siswa yang sekolah di situ adalah mayoritas berasal dari warga binaan PT PIM,” usulnya.

Sementara itu, Manager Humas PT PIM, Nasrun saat dikonfirmasi Jum’at (23/08/2019) mengatakan bahwa kebijakan penutupan pintu masuk ke komplek tersebut merupakan permintaan dari kepala Dusun Komplek eks Asean, demi terjaminnya keamanan.

“Yang ditutup hanya pintu akses kendaraan roda dua, sedangkan orang masih bisa keluar masuk melalui lubang pagar dengan cara melangkahi jeruji pagar tersebut, selain itu warga yang mengendarai sepeda juga bisa keluar masuk dari situ dengan cara menggotong sepedanya,” jelasnya.

Saat disinggung soal siswa-siswi yang melewati jalan pintas menuju ke sekolah dengan menyeberangi parit dan berisiko untuk keselamatan mereka, Nasrun membantah, katanya tidak ada jalan yang melewati parit di sekitar pintu pagar komplek.

Mengenai surat permintaan pembukaan pintu pagar yang dilayangkan oleh Pemerintah Gampong Tambon Tunong, pihaknya dalam waktu dekat akan berembuk dengan mereka untuk mengambil keputusan yang lebih baik. (SA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *