Diduga Ada Persekongkolan, Polda-SU Diminta Tindak Tegas Penampung CPO Ilegal

BINJAI | BN-Bungkamnya pihak Kepolisian Mapolres Binjai terkait dengan aksi penampungan Crout Palm Oil (CPO) di gudang ilegal yang berada di sejumlah titik di Kota Binjai kuat dugaan adanya persenkongkolan antara pihak Kepolisian setempat dengan para mafia.

Hingga kini Gudang-gudang penampungan CPO illegal diantaranya berlokasi lokasi di Jln Letnan Umar Baki Kelurahan Paya Roba Kecamatan Binjai Barat dan gudang yang berada di Jalan T.Amir Hamzah (Jalinsum-red) Pasar IV Tandem Binjai Utara masih tetap beroprasi.

Semntara itu Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu yang sempat dikonfirmasi melalui HP selulernya berjanji akan mengecek kegiatan CPO di Wiulayah hukum nya, namun hingga sampai saat ini pengoprasian bisnis melanggar hukum tersebut terkesan adanya pembiaran.

Sehingga masyarakat juga menilai berjalan nya kegiatan penampungan-penampungan CPO ilegal itu terkoordinir oleh kolompok mafia yang tidak tertutup kemungkinan selama ini tergabung bersama Oknum aparat penegak Hukum setempat, sehingga kasus kejahatan mamfia penampungan CPO illegal hingga sampai saat ini tidak  mampu untuk diberantas yang konon belakangan ini semangkin meraja lela.
Informasi yang di peroleh dari Rijal Sumber BN dilkoasi penampungan gudang CPO di Binjai Barat, kalau aksi penampungan CPO Ilegal tersebut di koordinir oleh Oknum Wartawan berinisial Tanjung yang selama ini kuat dugaan turut serta memuluskan aksi kejahatan mafia CPO illegal di Kota Binjai.

Bahkkan Tanjung ini lah yang setiap harinya kerab di pintu gerbang gudang CPO ilegal dan mengatur bagi petugas yang datang untuk memberikan upeti, dan bahkan diduga sampai pada pihak Polresta Binjai, sehingga kegiatan penampungan CPO illegal tersebut tetap aman yang konon hingga sampai saat ini masih beroprasi.

Sedangkan para sopir Tangki pengakut CPO yang melintas di jalan lintasan gudang CPO kerap di hadang dan di paksa oleh sekelompok pereman untuk memasukan Truk Tangki dengan memaksa agar menjual bahan baku minyak sawit yang dibawa dari asal pabrik menuju alamat DO yang ada, Kata Sumber.

Lebih jauh Ihjal mengatakan ,”Kami selaku masyarakat setempat selama ini sangat merasa resah dengan adanya pengoperasian bisnis Ilegal yang selama ini tak tersentuh Hukum, sedangkan lokasi gudang penampungan CPO illegal tersebut jelas-jelas telah mengundang perhatian masyarakat penguna jalan.
Apalagi setiap saat Truk Tangki pengangkut CPO akan memasuki maupun keluar setelah membongkar muatan bahan baku minyak mentah itu dari gudang ilegal tersebut, kerap nyaris terjadi  kecelakaan maut akibat Truk tangki yang mendadak masuk ke dalam gudang, papar nya.

Dan kami masyarakat di lokasi gudang selama ini telah merasakan dampak akibat polusi debu yang berterbangan pada setiab Truk Tangki CPO yang masuk dan keluar dari dalam gudang tersebut,dan bahkan debu-debu masuk kedalam rumah masyarakat sekitar,hingga adanya beberapa orang masyarakat yang menderita batuk dan sesak nafas akibat debu-debu tersebut.
Sedangkan pihak dari Polres Binjai yang pernah melakukan pengerebekan ke Lokasi gudang CPO Ilegal ini petugas malah tidak menemui barang bukti kegiatan kejahatan, mengapa begitu, sebab informasi yang kita dengar bahwa pengerebekan itu merupakan pengerebekan ecek-ecek untuk mengelabui masyarakat akan kinerja pihak Polres Binjai, Ujar nya.

Kita menilai juga tidak tertutup kemungkinan, ketika pihak Polres Binjai akan melakukan pengerebekan di lokasi 2 tempat gudang CPO ilegal tersebut telah memberikan bocoran terlebih dahulu kepada gembong mafia CPO yang ada di Kota Binjai, sehingga saat di lakukan pengerebekan pihak penegak Hukum tidak menemukan barang bukti kejahatan, Ketus Ijal.

Hal senada juga dikatakan Anto (43) seorang supir Tangki pengakut CPO yang senantiasa melintasi areal gudang mafia CPO mengakui merka terpaksa memasuki lokasi gudang CPO tersebut karna di hadang dan di paksa oleh sekelompok pereman peliharaan mafia CPO untuk masuk gudang secara paksa untuk menjual bahan baku minyak mentah dengan harga jauh di bawah harga.

“Kami para Supir Tangki setiap melintasi gudang CPO baik yang berada di Paya Roba Binjai Barat, maupun di Tandem sering di hadang dengan paksa oleh para pereman agar menurunkan CPO di tersebut, Ujar Anto.

Dikatakan Anto kembali “Bahkan mereka (para pereman-red) saat  melakukan aksi penghadangan mengunakan alat berupa kayu dan batu yang konon ada beberapa Truk tangki pengangkut CPO selama ini menjadi korban pelemparan apabila Truk tangki tidak menuruti permintaan mereka, padahal kami para supir sebenarnya sangat resah dan takut apabila melintasi gudang CPO yang ada di Kota Binjai.
Sebab kami sering di intimidasi dengan penuh paksaan agar Truk Tangki CPO yang kami bawa masuk ke gudang untuk menurunkan bahan baku itu oleh kelompok mafia yang terkoordinir tersebut, dan yang sangat kami herankan bahwa praktik penampungan CPO ilegal itu jelas-jelas di lakukan di jalan umum lintas Sumatra dan Jalan Negara, mengapa pihak Kepolisian setempat ngak pernah melaukan tindakan apa pun, dan kami para supir tidak bisa berbuat apa-apa yang hanya pasrah dengan keadaan dari pada nyawa kami melayang,jelas Sumber.

Sedangkan ketika BN kembali melakukan pemantauan secara langsung selama sepekan ini melihat kalau kegiatan Ilegal di gudang CPO di Jalan Let Umar Baki Binjai Barat tersebut hingga berita ini diterbitkan aksi yang jelas-jelas melanggar hukum tersebut masih dilakukan pembiaran oleh Kapolres Binjai.(MR/Sant).

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas