SUBULUSSALAM | bongkarnews.com – Himpunan Mahasiswa Pemuda Pelajar Kota Subulussalam Sumatera Utara (HIMAPPKOS-SU) menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Walikota Subulussalam mencopot Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam, Selasa 31 juli 2018.
Mahasiswa unjuk rasa yang tergabung dalam HIMAPPKOS_SU mewakili puluhan orang mahasiswa menyampaikan aspirasi atas pernyataan sikap kinerja Disdikbud kota Subulussalam yang selama beberapa tahun yang dijabat oleh Irwan MSi, menjadi persoalan mangkraknya pembangunan asrama mahasiswa Subulussalam di kota Medan, Sumatera Utara menjadi kekecewaan bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan perguruan tingginya.
Mahasiswa HIMAPPKOS_SU menyampaikan aksi unjuk rasa damai diawali dari Tugu simpang runding Bank Aceh Kota Subulussalam, Simpang Kiri, kota Subulussalam. sementara mahasiswa dikawal oleh personil polres Aceh Singkil /kota Subulussalam, menuju gedung DPRK dengan berjalan kiki sambil memikul Keranda bertuliskan “matinya pendidikan kota subulussalam ” .
HIMAPPKOS-SU, yang diketuaiErwinsyah Berutu sebagai koordinator utama aksi unjuk rasa mahasiswa HIMAPPKOS_SU, pemerintah kota Subulussalam sudah berjanji beberapa tahun lalu agar dapat mengrehabilitas asrama mahasiswa yang telah mangkrak sejak tahun 2016 sampai sekarang tidak kunjung dibangun. hanya tinggal janji palsu.
Kami mahasiswa HIMAPPKOS_SU meminta kepada Walikota Subulussalam, H Merah Sakti SH segera mencopot Irwan Yasin dari jabatannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena menurut kami Irwan tidak becus mengurusi pendidikan daerah,kata Erwin dalam orasinya .
Kemudian massa melanjutkan aksinya ke gedung DPRK Subulussalam dengan berjalan kaki. Demo tersebut tetap mendapat pemgawalan sejumlah aparat kepolisian Polres Aceh Singkil.
Setibanya di gedung DPRK, mahasiswa kembali menyuarakan tuntutannya, kali ini disertai dengan aksi pembakaran keranda sebagai simbol matinya pendidikan di daerah ini. rasa kekecewaan besar para mahasiswa HIMAPPKOS_SU.
Setelah, rombongan mahasiswa membakar Keranda atas kekecewaan yang hanya di sambut oleh seorang anggota DPRK Jamasa Cibro, lalu para mahasiswa bertahan sampai diterima masuk ke gedung DPRK. Selang puluhan menit, mereka disambut dua anggota dewan yaitu, Jamasa Cibeo, Syahrizal dan Kamsi Selian mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam.
Dalam pertemuan tersebut, semua pihak sepakat bahwa mahasiswa akan difasilitasi bertemu dengan Sekda Kota Subulussalam.(r)






