Dari 486 Penerima Bantuan Modal Usaha Tahun 2017, Sekitar 40 Persen Lebih Sudah Berkembang

BINTUNI | Bongkarnews – Tahun anggaran 2017 lalu, pemerintah Daerah Teluk Bintuni dibawah ke-pemimpinan Ir Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop, SH telah mengulirkan bantuan usaha modal sebesar 5 milyar.Sebanyak 486 usaha per-seorangan dan koperasi telah menerima bantuan modal usaha tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian Perdaganggan Koperasi dan UKM Teluk Bintuni, Marthen Kawab mengungkapkan, dari 486 usaha per-seorangan dan koperasi yang dibantu oleh pemerintah tahun 2017 lalu, sekitar 40 persen lebih sudah berkembang.Namun, itu khusus untuk ibu ibu, karena ibu ibu lebih memikirkan massa depan, tapi untuk bapa bapa, kami tidak percaya.

Sehingga bantuan usaha modal ini sangat tepat sasaran, itu bisa terlihat dari antusias masyarakat di tahun 2017 yang hanya 486, namun di tahun 2018 ini meningkat tiga kali lipat dengan jumlah seribu lima puluh orang”kata Marthen Kawab

Nah, bantuan usaha modal ini 70 persen diperuntukan bagi Orang Asli Papua(OAP), sedangkan 30 persen untuk non Papua.Dari jumlah 1,050 tersebut ditargetkan semua menerima, dan anggaran yang disiapkan 5 milyar, 4 ratus juta.Yang 4 ratus juta ini tambahan dari anggaran 2017, dimana, saat itu, dari dana 5 milyar yang disiapkan,hanya tersalur 4 milyar, 6 ratus juta.

Dengan program pemerintah terkait bantuan usaha modal ini, kami berharap, bisa meningkatkan ekonomi keluarga mereka, sehingga jangan sampai uang yang diberikan seperti menabur garam di laut”harap Marthen Kawab.

Sementara itu, Andirs manibuy, salah satu penerima bantuan modal usaha kepada BM mengatakan, proposal yang ia ajukan ke Prindakop terkait usaha kepiting, dan terima kasih karena hari ini saya sudah terima.Usaha penampung kepiting ini sudah saya jalankan selama 10 tahun, semoga dengan bantuan ini usaha kami lebih berkembang

Bantuan semacam ini baru pernah terjadi di Bintuni, memang ada bantuan dari Bank Mandiri terakit usaha semacam ini, tapi bantuan tersebut harus dikembalikan, makanya saya sangat ber-syukur karena bantuan ini diberikan oleh bapak Bupati tanpa dikembalikan oleh masyarakat.

Seperti yang disampaikan oleh Bupati tadi bahwa, usaha ini harus berkembang, maka kami harus usahakan agar usaha ini bisa terus berkembang.

Hal senada juga dikatakan Santi.Kaikatu ,menurutnya, ia sangat ber-sykur karena dengan bantuan ini bisa membuat kami mandiri dan berdaya saing.Dengan bantuan ini, kami akan pergunakan dengan baik, usaha yang akan kami lakukan adalah penampung ikan

Kami berharap, bantuan semacam ini kedepan diperhatikan dengan baik, karena tahap ini kami mendapatkan kecil, tidak seperti tahun kemarin(2017)Namun, terlepas dari itu semua saya sangat berterima kasih karena bantuan semacam ini baru pertama kali terjadi di Kabupaten Teluk Bintuni.

Endang Purwasari, salah satu penerima bantuan modal usaha non Papua mengungkapkan, rasanya sangat legah, karena sudah ada bantuan untuk modal usaha, mengingat selama ini ingin sekali buka usaha tapi modal tidak mencukupi.

Uang ini kata Endang, saya peruntukan untuk usaha usaha kecil-kecilan seperti buka kios.Saya berharap kedepan, bantuan semacam ini kalau bisa ditambah lagi nilainya, karena sangat membantu kami masyarakat kecil.(Humas&Protokoler/HS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *