Bireuen]BN=Bupati Bireuen, H Saifannur.Sos menegaskan pengunaan dana desa agar dapat dipergunakan lebih efektif , efesien, transparan dan akuntabel bagi pembangunan gampong/desa.Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Bireuen ketika membuka Musrembang di Gedung Karang Taruna, Matanggeulumpang Du, Senin (15/2).
Menurut Bupati Saifan, dengan adanya dana desa tersebut, kiranya setiap desa mampu mengangkat potensi yang ada dalam upaya merningkatkan perekonomian dan kesejahtreraan masyarakat. “Sehingga masyarakat itu sendiri dapat lebih mandiri dan tidak tergantung pada dana kabupaten,” ujarnya.
Ditabahkan, sesuai visi yang telah ditetapkan yaitu, terwujutnya Kabuoaten Bireuen yang adil, makmur, aman, damai berklandaskan syariat Islam”. Untuk itu beberapa prioriotas yang harus dibahas dalam Musrembang 2018 diantaranya, Peningkatan pembgaunnan insfrastruktur yang teritegrasi dan terpadu,Pengembangan ekonomi kreatif, pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, penguatan tata kelola pemerintah dalam upaya percepatan reformasi biro krasi, dan penguatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Bupati berharap , jika yang diusulkan dan dibahas dalam .Musrembang kecamatan, bukan hanya program bersifat fisik belaka, baik itu jembatan, jalan, irigasi,dan saluran saja, meski pembangunan insfrastruktur itu penting juga. “Tapi alangkah baiknya juga, usulam program/kegiatan, bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran,”harapnya.
Camat Peusangan, Amiruddin,BA dalam laporannya mengatakan, walayah Peusangan disebutnya paling besar dibandingkan kecamatan lainnya di Kabupaten Bireuen, yang memiliki 69 Gampong, malah masih diwacanakan dilakukan pemekaran kecamatan lagi jika memang aturan membenarkan. Sementara penggunaan dana desa di wilayahnya sesuai aturan.”Walaupun ada temuan di sana sini,” urai Camat seraya mengatakan, tema yang dimbil dalam musrembang kali ini, “Memacu pembangunan insfrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang terpadu dalam rangka mengurangi penganguran dan kemiskinan”.(Maimun Mirdaz)





