Ket: Bupati Teluk Bintuni bersama wakil saat melayani rakyat secara langsung.
BINTUNI | Bongkarnews.com – Kondisi Keuangan daerah tergantung pada kondisi nasional, dimana anggaran semua bersumber dari Pusat, sehingga kalau pusat kondisi keuangan lagi tidak stabil maka berdampak juga ke daerah.
“Biasa orang-orang pintar ataupun stengah pintar diluar berbicara banyak, tapi coba datang dan temui saya dan kita bicarakan hal ini. Jangan mem-buat isu isu yang tidak benar di masyarakat,”Tegas Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw.MT didampingi Wakil Bupati saat menerima masyarakat di aula Sasana Karya Kantor Bupati, Jumat(13/7).
Lebih lanjut dikatakan Petrus Kasihiw, kondisi keuangan di Bintuni sama dengan Kabupaten Manokwari Selatan, Tambrauw ataupun Sorong. Namun di Bintuni, Bantuan Sosial (Bansos) masih jalan, tidak tergantung pada penerimaan di kas daerah.
Anggaran yang ditransfer dari pusat biasanya ber-tahap, ada yang namanya Dana Alokasi Umum (DAU) seperdua belas persen dari total APBD yang masuk se-tiap bulan, tapi itu hanya diperuntukan untuk pembayaran gaji dan lain lain.
“Nah, kenapa proyek belum jalan karena kita harus menunggu, dimana anggaran harus turun dulu ,baru kontrak dibuat dan pekerjaan jalan. Kalau kita sudah buat kontrak dan uang belum ada di kas, maka tidak bisa jalan. Dan itu bukan saja terjadi di Bintuni, salah satu contoh, pembangunan jembatan Tuarai yang bersumber dari APBN saja baru mau dikerjakan” jelas bupati.
Bupati menghimbau, masyarakat jangan terlalu percaya kepada berita yang tidak akurat dan jika ada hal yang ingin ditanyakan kepada pemerintah yang sah, langsung saja.
“Kami bekerja sesuai aturan, bukan dari kabar tidak jelas dari luar. Memang ini kondisi nasional, tapi kami atur agar pelayanan pelayanan dasar tetap jalan. Sekali lagi, DAU memang ditransfer tiap bulan, tapi ada yang di transfer tidak tetap. Tutup Bupati. (hum)






