Bawaslu Sumut Akan Resmikan Pojok Pengawasan

Bawaslu Sumut dalam waktu dekat ini, Sabtu 4 November 2017 akan meresmikan “Pojok Pengawasan “ untuk memperkenalkan program kerja yang selama ini kurang dikenal di kalangan masyarakat.

Pernyataan tersebut yang disampaikan anggota Bawaslu Sumut , Aulia  Andri didampingi kasubag humas, Herry Pohan, kasubag TP3, Irwan Harahap  dan salah seorang pengajar Fisip USU, Faisal kepada pers terkait minimnya pengetahuan masyarakat terkait tugas ,pokok dan fungsi (tupoksi) Bawaslu  , Rabu (1/11) di kantor Bawaslu Sumut, jalan Sei Bahorok, Medan.

“ Pojok pengawasan kemungkinan  dapat dioptimalkan sebagai tempat berkumpul dan rembug bersama, yakni tempat untuk saling interaksi dan tukar informasi antar penyelenggara pemilu, aktifis mahasiswa, aktifis pemantau, dan tempat berkoordinasi dengan aparat pemerintah serta berbagai stakeholders”, ujar Aulia Andri yang Ketua bidang pengawasan Bawaslu Sumut.

Dalam hal ini dirinya mengakui minimnya pengetahuan masyarakat terhadap Bawaslu dibandingkan KPU merupakan kesalahan mereka yang tidak mampu melakukan pendekatan secara maksimal .

Hal ini terungkap saat Bawaslu Sumut melakukan kunjungan ke kampus dan Pasar Pringgan, dimana masyarakat banyak yang tidak mengetahui kinerja Bawaslu Sumut selama ini.

Dia juga mengatakan bahwa Bawaslu Sumut akan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yang di Sumatera Utara dan akan menyediakan tempat magang dan praktik kerja lapangan bagi mahasiswa di sekretariat Panwas dan Bawaslu.

Selain itu, Bawaslu Sumut akan membuka kesempatan bagi mahasiswa/organisasi Mahasiswa dalam memantau Pemilu.

Selanjutnya akan dilakukan pelatihan khusus bagi pemantau tentang bagaimana mengawasi Pemilu.

Pemantau akan dilibatkan dalam memantau proses pemberian C6 kepada warga dan proses suara di TPS.

“Kami harapkan semua pihak terlibat dalam melakukan pengawasan Pemilu. Karena Pengawasan Pemilu bukan hanya kerja penyelenggara, tapi kerja kita semua sebagai warga negara yang baik”, tuturnya.

Sementara itu Faisal yang merupakan salah seorang dosen di FISIP USU menekankan perlunya anak muda diberikan peluang yang lebih besar untuk berperan aktif dalam pengawasan pilkada dan pilpres melalui media sosial .

“ Anak muda yang merupakan generasi milenial dengan sosial medianya dapat didaya gunakan semaksimal mungkin untuk mengawasi jalannya pilkada dan pilpres yang akan berlangsung secara serentak di 8 kabupaten/kota dan 1 pilgub di Sumut ”, ujar Faisal.

Hal ini lanjutnya, sebagai upaya Bawaslu dalam upaya pelibatan anak muda untuk pengawasan Pemilu yang berbasis masyarakat.

Disamping itu memperkenalkan kepada masyarakat bahwasanya  Bawaslu Sumut juga  sebagai salah satu penyelenggara pemilu sejajar dengan KPU Sumut.

” Kinerja Bawaslu Sumut yang selama ini telah terkoordinasi di dalam pengawasan  dengan baik dapat diakses anak muda sehingga pelaksanaan pilkada dapat berjalan sebagaimana mestinya”,ujarnya mengakhiri.(ndo)

 

Pos terkait