Bantah Sunat Dana BLT DD, ini Penjelasan Geuchik Seumirah Nisam Antara

Aceh Utara | Bongkarnews.com -Lukman Geuchik Gampong  Seumirah Kecamatan Nisam Antara Kabupaten Aceh Utara membantah terkait pemberitaan salah satu berita media online pada13 juni 2020 berjudul “Geuchik Seumirah Nisam Antara Sunat Dana BLT DD”, bantahan tersebut juga telah disampaikan kepada pihak kepolisian di ruangan unit II Sat Intelkam Polres Lhokseumawe saat pemanggilan dirinya untuk dimintai keterangan.” ujarnya Sabtu (13/06/2020).

Dimana Dari keterangan warga dana BLT  dipangkas sebesar Rp.350 ribu rupiah dikumpulkan untuk masyarakat yang tidak terdaftar namanya sebagai penerima BLT dan masyarakat yang terdaftar namanya hanya menerima Rp.250 ribu rupiah saja,” sebelumnya hal ini sudah berkoordinasi dengan pihak Inspektorat dan Reskrim,”katanya. .

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan tersebut telah berkoordinasi dengan Kapospol Nisam Antara Ipda Ridwan, Anggota polres, Geuchik Gampong Seumirah Lukman, Ketua Tuha Peut, Sekdes, Bendahara dan Anggota Unit II Sat Intelkam, juga Kaur Pemerintahan Gampong seumirah dan Anggota Tuha Peut serta Ketua Pemuda.

“Dalam Kegiatan itu dihadiri Kadus Gampong Seumirah yaitu kadus Simpang Paya, Kadus Drien Kuneng, Kadus Drieng Ringet, Kadus Keude serta Tokoh Pemuda, “jelasnya.

Dijelaskan, Geuchik Gampong Seumirah membenarkan pada hari Jum’at tanggal 12 Juni 2020 dilakukan pembagian dana bantuan sosial Tunai (BST) untuk korban covid 19 bersumber dari dana desa yang dibagikan terhadap 630 orang dengan rincian yaitu 230 KK mendapat bantaun Rp.250.000/KK, 400 KK mendapat bantuan Rp.201.250 dengan Jumlah seluruh bantuan total Rp.138.000.000, di tahap satu.

Selain itu, Geuchik Gampong Seumirah menyampaikan bahwa penerima bantuan sesuai data yang dikeluarkan Badan pemberdayaan masyarakat (BPM) Kabupaten Aceh utara untuk Gampong seumirah masyarakat penerima BST ini sebanyak  230 orang dengan besar bantuan Rp.600.000/KK, namun dikarenakan saat dilakukan pendataan awal oleh pihak aparatur gampong terdapat 630 KK yang menurut mereka berhak menerima bantuan ini.

Sehingga dilakukan musyawarah dengan seluruh masyarakat sebanyak 3 kali di meunasah Gampong seumirah dan meunasah masing-masing dusun yang berjumlah 8 dusun, namun diperoleh keputusan bersama bahwa 230 masyarakat penerima BST tersebut menyetujui di ambil kebijakan untuk memberikan sebagian bantuan tersebut senilai Rp.350.000,- untuk  dibagikan kepada 400 KK lainnya  dengan rincian nominal penerimaan sesuai rincian pada poin no 1 diatas,”ucapnya.

Lanjutnya, Daftar hadir Rapat dengan tanda tangan pengambilan bantuan  dan Berita Acara Persetuan Pembagian BLT Secara merata dan terlampir, terkait berita salah satu media online tanggal 13 juni 2020, Geuchik Seumirah dan perangkat menyampaikan memang pada saat pembagian BST tersebut, datang dua orang mengaku wartawan media online twrsebut dan kedua orang ini menanyakan kepada Geuchik mengapa 230  masyarakat penerima bantuan Rp.600.000/ KK, setelah menerima dan menandatangani penerima bantuan, mengembalikan uang bantuan tersebut sebesar Rp.350.000 kepada panitia pembagian bantuan.

kemudian Geuchik menjelaskan  sebagaimana disampaikan diatas, lalu mereka menanyakan apakah ada meminta izin pada Kepolisian, pihak Inspektorat terkait kebijakan ini, dan Geuchik menyampaikan bahwa kebijakan ini hasil musyawarah dan keputusan seluruh masyarakat gampong Seumirah, dan ia hanya memberitahukan kepada pihak inspektorat dan pihak Pospol Nisam Antara tentang kebijakan ini, bukan untuk meminta izin, namun dari Pihak Pospol Nisam Antara menyampaikan bahwa  tidak ada kewenangan kami untuk menyetujui kebijakan tersebut,” jelasnya.

pembagian BST bersumber dana Desa untuk Gampong Seumirah tetap di bagi sesuai dengan hasil keputusan musyawarah, dengan alasan untuk menghindari keributan di masyarakat mengingat 630 KK sebagai penerima BST ini relatif miskin, bila tetap diambil kebijakan sesuai ketentuan yang di bagikan, namun hanya kepada 230 KK akan menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” tuturnya.

Menurut keterangan perangkat Gampong seumirah, situasi pasca pembagian BST bersumber dana desa dalam Gampong seumirah keadaan aman saja tidak ada isu negatif di masyarakat terkait pembagian ini, dan masyarakat berharap kebijakan ini tetap dilanjutkan berdasarkan hasil keputusan bersama.

Sambungnya, tidak adanya pemotongan dana BST yang dilakukan oleh panitia pembagian Gampong seumirah sebagaimana diberitakan oleh salah media online yang terbitan tanggal 13 Juni 2020, itu merupakan keputusan bersama masyarakat Gampong Seumirah, hal ini akan berlanjut hingga habis nya dana BST yang bersumber dari dana desa.

“Dalam kegiatan ini tidak adanya penyebutan nama Reskrim sebagaimana diberitakan oleh Media online, yang ada mereka hanya menyampaikan kebijakan ini kepada pihak Pospol Nisam Antara, bukan meminta izin/persetujuan,”jelasnya.

Namun Kebijakan yang diambil oleh Gampong Seumirah untuk membagikan Bantuan BLT DD kepada 630 KK, guna menghindari terjadinya kecemburuan sosial dan konflik horizontal antara sesama masyarakat, dan hal ini telah disetujui oleh seluruh masyarakat Gampong Seumirah.

Selanjutnya, 630 KK penerima dana BST bersumber dari dana desa ini bukan penerima bantuan PKH,BPNT, Zakat Baitul Mal, Bansos Provinsi Aceh dan Bansos Kabupaten Aceh Utara,”pungkasnya. (Azhari)

Pos terkait