Alasan Tidak Ada Kamar, Pasien RSUD Atam Terbaring di Teras IGD

ACEH TAMIANG | Bongkarnews.com – Dengan alasan kamar penuh petugas IGD RSUD Aceh Tamiang sempat menolak pasien untuk dirawat, hal ini dialami Epa Yanti (33) seorang Ibu Rumah Tangga warga Sekrak Kanan Dusun Masjid.

Menurut Ali warga Besitang yang saat itu berada didepan IGD RSUD via seluler kepada Bongkarnews.com, peristiwa penolakan ini terjadi pada Minggu (18/11) malam sekitar pukul 21.05 WIB. Tanpa melakukan pemeriksaan kondisi pasien, pihak petugas jaga IGD RSUD diduga menolak pasien tersebut dengan alasan kamar penuh.

Pasien ini dalam keadaan terbaring lemah diatas becak mesin langsung kedepan pintu IGD RSUD diantar pihak keluarganya. Selanjutnya pihak keluarga melapor ke Petugas Jaga IGD. Tak lama berselang pihak keluarga pasien tadi keluar dengan wajah kecewa, sambil berujar “Tidak ada kamar, karena penuh kata petugas jaga IGD RSUD” jelas Ali.

Masih menurut Ali, keberadaan pasien yang dibawa dengan becak mesin masih berada didepan IGD. “Tidak lama berselang datang mobil jenis Inova bawa pasien langsung ditangani oleh petugas jaga IGD RSUD” katanya.

Melihat peristiwa ini, beberapa orang yang sedang berada didepan IGD dengan rasa marah menyarankan keluarga pasien Epa Yanti untuk membawa paksa pasien masuk ke IGD. Hampir saja terjadi keributan. “Untung saja dapat dihalau pihak sekuriti RSUD” jelas Ali.

Padahal instruksi Kemenkes sudah jelas lanjut Ali, Rumah Sakit tidak boleh menolak pasien dalam keadaan darurat.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr Mustaqim saat dikonfirmasi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) Rumah Sakit, Senin (19/11) diacara peresmian Puskesmas Seleleh mengatakan Rumah Sakit tidak boleh menolak untuk menangani pasien darurat. “Harus ditangani dengan melakukan pemeriksaan terhadap penyakit pasien terlebih dahulu” katanya.

Begitu Bongkarnews.com menyampaikan peristiwa penolakan pasien yang terjadi di RSUD dibawah pimpinannya. “Tolong sms kan nama pasien dan alamatnya dan jam berapa peristiwa itu terjadi di IGD ke nomor HP saya. Biar saya lakukan pengecekan” ujar dr. Mustaqim terkejut. (AY)

Teks foto : Epa Yanti terbaring diatas becak depan ruang IGD pasien yang ditolak petugas IGD RSUD Aceh Tamiang dengan alasan kamar penuh.(ist)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *