2 Kali Rapid Test Negatif Covid-19, Jenazah Sitorus Tetap Dikemas oleh RSU Mitra Sejati

Tebing Tinggi I bongkarnews.com- Jenazah pasien dengan hasil diagnosa dokter mengalami gangguan lambung, maag kronis, alm Biller Sitorus (51), warga Perumahan Griya Prima BP 7 Kota Tebing Tinggi, terpaksa pemakamannya menjalani protokol kesehatan Civid-19, di komplek Pekuburan keluarga di Desa Pematang Sere Kecamatan Kecamatan Tanjung Mulia Kabupaten Batubara, Senin (5/10) sore.

” Pemakaman ini berlangsung, setelah alm Biller Sitorus terlebih dahulu dirawat di RSU Mitra Sejati, Jalan AH Nasution Kota Medan sejak 1 Oktober 2020 dan meninggal dunia pada Minggu sore 3 Oktober 2020″, ujarnya.

Bacaan Lainnya

Demikian diutarakan Joner Sitorus, Abang kandung alm Biller Sitorus, saat ditemui di rumahnya di Jalan Bawah Lama Kota Tebing Tinggi, Rabu (7/10) didampingi istri Alm Ny Biller Sitorus br Sinaga bersama keluarga Alm.

Dikemukakan oleh Joner, bahwa sebelum dirujuk ke RSU Mitra Sejati pada 1 Oktober 2020, sesuai permintaan RSU Mitra Sejati, adik saya terlebih dahulu di rapid test dengan hasil negatif oleh pihak RSU Sri Pamela Medika Kota Tebing Tinggi.

” Tiba di RSU Mitra Sejati, adik saya langsung dibawah ke ruangan ICU, tetapi istri Alm, sebelumnya terlebih dahulu disuguhkan “Surat Pernyataan” yang harus ditandatanganinya oleh petugas kesehatan di rumah sakit tersebut,”, tuturnya.

Isi surat pernyataan yang sudah disediakan pihak Rumkit antara lain “Setiap Pasien Dalam Pengawasan (PDP), jika meninggal di rumah sakit ditangani sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19, yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan walaupun hasil swab belum keluar (negatif atau positif), imbuhnya.

Lanjut Joner, kemudian pada Sabtu (3/10), adik saya kembali dirapid test oleh pihak RSU Mitra Sejati dengan hasil negatif dan dilanjutkan ke swab test hingga akhirnya pada Minggu sore meninggal dunia.

” Atas adanya surat yang sudah ditandatangani istri Alm, adik saya Biller Sitorus, selanjutnya adik saya diminta pihak rumah sakit harus dikebumikan secara protokol Covid-19 walaupun belum tentu terkonfirmasi Covid-19 bahkan 2 kali dirapid test dengan hasil negatif,” kesalnya

Diungkapkan Joner Sitorus, yang lebih menyedihkan tadi pagi kami menerima informasi dari pihak RSU Mitra Sejati bahwa hasil swab test PCR Alm adik saya dengan hasil negatif dan keluarga diminta untuk mengambil hasil swab test di RSU Mitra Sejati.

“Akibat kejadian ini yang terlalu dipaksakan untuk mengebumikan adik saya secara protokol membuat kami tidak bisa melaksanakan adat perpisahan untuk almarhum secara adat Batak, bahkan keluarga adik kami seraya dikucilkan oleh tetangga karena masyarakat banyak yang takut atas mendengar kabar pengebumian adik kami secara protokol Covid-19,” terangnya.

Atas diterbitkannya surat pernyataan oleh RSU Mitra Sejati yang harus ditandatangani keluarga saat menerima pasien rujukan, jelas kami keberatan dan akan menyampaikan hal ini ke Gugus Tugas Penangan Pencegahan Covid-19 Pusat di Jakarta, tandas Joner.

Sebelumnya pada Minggu (4/10) malam mencoba konfirmasi kepada pihak RSU Mitra Sejati atas dijalankannya rencana pengebumian Alm Biller Sitorus.

Kepada awak media, Kepala ruang jaga, Farida menyebutkan bahwa berjalannya protokol Covid-19 ini sesuai dengan surat pernyataan yang sudah ditandatangani istri Alm dan untuk hasil swab test PCR akan diusahakan besok.

” Bila hasil swab test negatif, maka alm Biller Sitorus akan diserahkan kepada keluarga, tapi bila positip, protokol Covid-19, tetap dijalankan,” jelasnya.

Kesal menunggu hingga Senin siang tidak juga keluar hasil swab test, akhinnya pihak keluarga menerima jenazah Alm Biller Sitorus dalam keadaan sudah dikemas/ packing dari pihak Rumah Sakit dan pengebumian jenazah Alm Biller Sitorus, tetap secara protokol Covid-19 dihadiri Forkopimda Kabupaten Batubara. (RS)

Pos terkait