Usai Banjir Bandang, Warga Seuneubok Lhong Patungan Bangun Jalan

BIREUEN | BONGKARNEWS – Kondisi memprihatinkan dialami warga Dusun Paloh Awee, Gampong Seuneubok Lhong, Kabupaten Bireuen, Pasca bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh beberapa waktu lalu. Akses jalan utama dusun tersebut mengalami kerusakan parah dan hingga kini masih belum tersentuh perbaikan dari pemerintah.

 

Bacaan Lainnya

Merasa tak bisa lagi bergantung pada kenyataan yang ada dan tanpa menunggu kepastian, warga akhirnya mengambil langkah mandiri. Melalui musyawarah bersama, mereka sepakat melakukan gotong royong dengan mengumpulkan dana sebesar Rp 50 ribu per orang untuk menimbun dan memperbaiki jalan utama dusun sepanjang kurang lebih 300 meter.

 

Saat ditemui, Kepala Dusun (Kadus) Paloh Awee, Muslim menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kelangsungan aktivitas warga.

 

“Ini hasil kesepakatan bersama. Kami kutip uang Rp50 ribu per orang untuk bikin timbunan jalan. Kalau tidak diperbaiki, kami susah pulang ke rumah. Jalan sudah rusak parah sejak banjir,” ujarnya kepada wartawan.

 

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama warga untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga kebutuhan darurat seperti kesehatan.

 

Sementara itu, Geuchik Gampong Seuneubok Lhong, Sudirman Ismail juga sempat kami wawancarai terkait persoalan ini. Ia menjelaskan bahwa pihak gampong sebenarnya telah berupaya mengusulkan perbaikan jalan tersebut kepada pemerintah daerah.

 

“Kami sudah pernah mengajukan usulan berupa proposal ke Dinas PUPR dan hal itu juga sudah diketahui oleh Bupati Bireuen. Namun hingga saat ini, jalan tersebut belum juga diaspal,” ujarnya.

 

Meski demikian, belum terealisasinya usulan tersebut tetap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah pasca banjir bandang, sementara akses tersebut merupakan kebutuhan vital warga.

 

Kondisi ini memperlihatkan ironi: di satu sisi warga dipaksa bergotong royong dengan dana swadaya untuk memperbaiki jalan, di sisi lain proses birokrasi dan tindak lanjut pemerintah terkesan berjalan lambat. Jika usulan resmi telah disampaikan namun tak kunjung direalisasikan, maka wajar publik mempertanyakan efektivitas respons pemerintah daerah dalam menangani dampak pasca bencana.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan langkah konkret dari pihak terkait mengenai waktu dan kepastian perbaikan jalan di Dusun Paloh Awee.(Dian Fakri/Maimun Mirdaz)

Pos terkait