Umuslim Peusangan Tanda Tangani MoU dengan Desa Binaan

  • Whatsapp

Bireuen-Universitas almuslim (Umuslim) Peusangan Kabupaten Bireuen melakukan penandatanganan 4 (empat) naskah kerjasama bersama (MoU) desa binaan dan stakeholder yang berlangsung di ruang Creatif Center Gedung MA Jangka, Kamis (14/1).

Penandatanganan MoU (kerjasama) Desa Binaan dan Stakeholder, ke empat naskah kerja sama tersebut antara lain Universitas Almuslim dengan Gampong Samuti Rayek, Kecamatan Gandapura, Fakultas Teknik Universitas Almuslim dengan Gampong Samuti Rayeuk, Fakutas Teknik Universitas Almuslim dengan PT. Takabeya Perkasa Group dan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen

Bacaan Lainnya

Acara penandatanganan dilaksanakan masing-masing pihak, Dr.Marwan Hamid,MPd selaku rektor Universitas Almuslim, Sayuti Geuchik Gampong Samuti Rayeuk, Kecamatan Gandapura, Ir.Iskandar Azis, MT dekan Fakultas Teknik Universitas Almuslim, selanjutnya, H Muklis Cut Hasan Direktur Utama PT Takabeya Perkasa Group, dan Dekan Fakultas Pertanian, Ir.T.M.Nur ,M.Si dengan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireun, Ir M Nasir, MP

Dalam acar tersebut turut dihadiri Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani, SH, M.Si yang turut memberi sambutan yang menurutnya penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bireuen dengan Universitas Almuslim, beberapa waktu lalu.

“Saya menyambut baik dan sangat bersyukur atas terlaksananya kegiatan ini, yang tujuan di tandatanganinya kerjasama ini untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya mengembangkan potensi, serta dapat meningkatkan sinergitas potensi sumber daya yang dimiliki, untuk mewujudkan visi dan misi pihak yang bekerjasama,” tutur Bupati Muzakkar.

Dikatakan, Pemkab Bireuen terus mendorong setiap desa untuk melakukan berbagai inovasi untuk menjadi desa binaan dari lembaga perguruan tinggi, apalagi sekarang desa mengelola dana desa yang cukup besar, setiap tahunnya. Ia berharap Unmuslim bisa menjadi katalisator pembangunan.”Sehingga kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud, agar ke depan setelah penandatanganan MoU, semua pihak yang terikat kerjasama dapat melaksanakan komitmennya dengan baik dengan semangat saling berbagi,” tutur Bupati Muzakkar.

Menurut H Muzakkar, Perguruan Tinggi perlu membina dan bekerjasama yang saling menguntungkan dengan desa atau dengan lembaga-lembaga desa untuk membangun dan melahirkan berbagai inovasi, yang natinya bisa berkolaborasi dengan dunia usaha, sehingga akan dapat memberikan konstribusi berbagai manfaat bagi masyarakat desa.

Rektor Universitas Almuslim Peusangan Dr Marwan Hamid,MPd menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan awal dari pada implementasi merdeka belajar kampus merdeka yang telah dicanangkan kemendikbud.

Menurut Dr Marwan, salah satu hal, yang dilakukan Universitas Almuslim Peusangan akan menjadikan Gampong Samuti Rayeuk, Kecamatan Gandapura sebagai desa binaan Fakultas Teknik Universitas Almuslim Peusangan.”Tujuan pelaksanaan kesepakatan kerja sama ini untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam upaya mengembangkan potensi, untuk meningkatkan sinergitas potensi sumber daya yang dimiliki kampus dan desa dalam mensejahterakan masyarakat,” urainya..

Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi pendampingan dan motivasi dalam program kegiatan desa binaan, mengembangkan potensi desa dalam berbagai bentuk seperti misalnya untuk desa Samuti Rayeuk bidang Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam bidang infrastruktur, kemudian fakultas pertanian dalam teknologi pertanian, perkebunan dimana dalam waktu dekat kami memprogramkan penanaman jagung pada kebun milik universitas almuslim yang luasnya ratusan hektar di Peusangan Selatan, Jelas Marwan Hamid.

Turut menyampaiakn sambutan Direktur H.Muhklis Cut Hasan Direktur Utama PT. Takabeya Perkasa Group menyampaikan pengalaman pribadinya membangun usaha bidang kontruksi, yang menurutnya, mahasiswa harus diberi motivasi untuk mandiri setamat dari kuliah.”Jangan hanya fokus dan berharap untuk jadi PNS, karena sekarang setiap kantor pemerintah jumlah tenaga honorer sudah sangat banyak jumlahnya,” sebutnya.(Maimun Mirdaz)

Pos terkait