Lapangan hijau Lapas Padangsidimpuan berubah jadi arena solidaritas. Laga amal peduli korban bencana alam Tapanuli Tengah mempertemukan Sumut Legend kontra Lapas Cup Selection U-40, Sabtu 31 Mei 2026. Hasil akhir 4-1 untuk kemenangan tim tamu.
Meski berstatus laga persahabatan, pertandingan berlangsung sengit. Sumut Legend turun dengan skuad bertabur bintang eks PSMS Medan: M. Halim, Wijay, Ardi Mulyono, Edu Juanda, Herman Batak, hingga Herberg Dos Santos. Pengalaman mereka langsung terlihat. Umpan-umpan terukur dan penyelesaian akhir dingin membuat Sumut Legend unggul sejak babak pertama.
Lapas Cup Selection U-40 bukan tanpa perlawanan. Tuan rumah sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol balasan di babak kedua, disambut riuh penonton. Namun kedalaman skuad dan jam terbang Sumut Legend akhirnya mengunci kemenangan 4-1 hingga peluit panjang.
Kepala Lapas Padangsidimpuan, Mathrios Zulhidayat Hutasoit, menegaskan laga ini bukan soal menang-kalah. “Tujuannya jelas: menggalang bantuan untuk saudara kita di Tapteng yang terdampak bencana. Sepak bola jadi jembatan empati,” ujarnya.
Donasi dari tiket, lelang jersey, dan sumbangan spontan penonton langsung dihimpun panitia. Mathrios berharap kegiatan ini menular, bahwa olahraga bisa jadi gerakan sosial yang nyata.
Laga amal ditutup dengan foto bersama dan yel-yel kemanusiaan. Skor 4-1 di papan, tapi kemenangan sesungguhnya adalah solidaritas yang terkumpul untuk Tapteng.(JH.Lubis/H.S.Pulungan)





