BIREUEN | BONGKARNEWS – Menjelang ramadhan 1447 tahun ini. Masyarakat Bireuen membuktikan bahwa kasih sayang jauh lebih kuat dari rasa takut akan jarum suntik. Setidsknya 125 kantong darah berhasil dikumpulkan di Alun-alun Pusat Kota Bireuen, Kamis (12/2) yang di gagas Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
.
Angka sebesar itu belum pernah tersentuh sebelumnya dalam sejarah PMI Bireuen. Bukan sekadar statistik, setiap kantong yang terisi adalah napas baru bagi mereka yang sedang terbaring lemah di RSUD dr. Fauziah Bireuen, Artinya ketulusan dari wajah para pendonor yang datang demi satu tujuan: memastikan tidak ada nyawa yang redup hanya karena kekurangan stok darah saat bulan suci tiba.
“Ini bukan sekadar angka, tapi simbol persatuan. Setiap tetesnya adalah harapan bagi saudara kita yang sedang berjuang untuk sembuh,” ungkap Ketua PMI Bireuen, Edi Saputra (Bang Edi Obama), dengan nada haru.
Didampingi sang istri, Ns. Selisna Devi, Edi menyaksikan langsung bagaimana semangat Ta’awun (tolong-menolong) mendarah daging di tanah Bireuen. Di saat kebutuhan darah meroket namun stok menipis, rakyat Bireuen menjawabnya dengan pengorbanan nyata. Sejarah hari ini mencatat, Bireuen tidak hanya memberi darah, mereka memberikan masa depan bagi mereka yang sedang berputus asa. Karena pada akhirnya, keberkahan hidup bukan tentang apa yang kita simpan, tapi tentang apa yang kita berikan untuk menyelamatkan sesama.(Maimun Mirdaz).





