Sitename

Description your site...

Warga Temusai Keluhkan Jalan Hinduk Lubuk Hancur

35498 KALI DIBACA
Warga Temusai Keluhkan Jalan Hinduk Lubuk Hancur

SIAK (BN) -Warga Kampung Temusai kususnya warga Dusun Teluk Mussahab Kecamatan Bungaraya mengeluhkan Jalan Hinduk Lubuk yang semakin hari semakin hancur, apa lagi disaat musim hujan seperti ini. Yang lebih parahnya lagi, kalau musim penghujan tiba dan kendaraan maroka (kendaraan roda besi) milik pengusaha sawit melintasi jalan tersebut, keadaan jalan semakin hancur dan licin seperti sawah yang akan ditanami padi.

“Kami sebagai masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Hinduk Lubuk sangat sengsara sekali kalau musim hujan tiba, dan sebaliknya kalau musim kering juga sengsara karena debunya sangat luar biasa. Yang lebih mengenaskan, kalau hujan gerimis seperti ini, jalan susah untuk dilewati bahkan anak saya terpaksa tak sekolah karena yang mengatar anak saya (istrinya) takut jatuh,”ungkap Supri (46), warga Temusai dengan nada sedih kepada bongkarnews.com,Jumat (12/01/2018).

Supri juga mengaku, walau keadaan jalan sudah licin dan hancur, namun pihak pengusaha sawit yang memiliki kebun ratusan hetar didalam tak mau tau, mereka terus beraktifitas mengeluarkan hasil kebunnya dengan mengunakan mobil Matoka yang mengakibatkan jalan lebih rusak parah.

“Untuk itu saya berharap kepada pemerintah kampung atau pemerintah daerah untuk dapat mengaspal jalan ini, atau kalau tidak di base jalan ini tidak masalah karena jalan ini benar-benar hancur dan licin susah untuk dilewati. Dan kepada pengusaha sawit yang memiliki Matoka untuk dapat menimbun jalan yang rusak parah dengan batu atau sejenisnya agar pengendara tidak jatuh dikubangan tengah jalan yang licin,”harapnya.

Hal senada diungkapkan Jul (62), warga Dusun Teluk Mussahab yang tinggal di sekitar jalan itu. Ia mengaku resah dan sedih dikala hujan tiba, karena kondisi jalan yang begitu hancur membuat dirinya tak bisa menjalankan aktifitas seperti biasanya.

“Jalan ini sudah bolak balik dilihat oleh pihak terkait, namun sampai saat ini belum juga terealisasi dibangun. Saya berharap kepada pemda agar memperhatikan keluhan masyarakat kususnya masalah jalan ini agar bisa di semenisasi atau apa namanya yang kira-kira masyarakat tidak sengsara dan menderita gara-gara jalan licin, kan kasihan juga didalam ada anak-anak sekolah,”keluhnya.

Sementara itu Penghulu Kampung Temusai Markuat ketika dikonfirmasi tak banyak bicara, ia mengaku bahwa jalan itu sudah di usulkan di Musrembang Kecamatan.

“Memang benar jalan itu rusak parah, apa lagi musim hujan kayak gini, tapi apa boleh buat kondisi keuangan kampung tak memungkinkan untuk membangun jalan itu. Jadi yang dapat kita lakukan hanya mengusulkan di Musrembang Kecamatan agar jalan ini bisa diaspal atau di base,”jelasnya.

Markuat juga berharap, untuk sementara ini kepada pengusaha sawit khususnya Akian yang memiliki lahan di wilayah itu agar dapat membantu masyarakat untuk menimbun jalan yang rusak parah itu.

“Kita berharap kepada pengusaha sawit agar dapat membantu menimbun jalan yang rusak parah agar masyarakat yang tinggal di dalam terbantu dan tidak terlalu menderita gara-gara jalan rusak,”harapnya.

Pantauan dilapangan, lebar Jalan Hinduk Lubuk ini sekitar 7 Meter, dan panjang sekitar 1,5 KM yang belum tersentuh pembangunan dan rusak parah. Jalan ini juga menghubungkan ke Desa Muara Dua Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

Camat Bungaraya Hendy Derhavin ketika di hubungi melalui telpon selulernya 08527234xxx membenarkan bahwa Jalan Hinduk Lubuk sudah diusulkan di Musrembang Kecamatan dan itu akan diprioritaskan untuk pembangunan tahun 2018/2019.

“Memang jalan itu akan kita prioritaskan untuk pembangunan tahun ini, termasuk juga jalan di Srimessing Kampung Jatibaru dan Jalan Penyebrangan Ferry Kampung Dayang Suri, namun itu semua tergantu anggarannya nanti apakah ada atau tidak, tapi setidaknya kalau tak bisa diaspal di Base A jadilah, dan kepada masyarakat saya berharap untuk bersabar karena semua itu butuh proses,”pungkasnya (Sugianto)