Aceh Utara | BN – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, memasuki hari keempat kunjungan kerja Melakukan Peninjauan Sejumlah Proyek di Aceh Utara, Wagub bersama rombongan meninjau lokasi proyek pengerjaan lanjutan Objek Wisaya Pantai Bantayan. Melihat realisasi pengerjaan yang baru menyentuh angka 45 persen dari target 60 persen. Wagub menghimbau rekanan untuk memacu pengerjaan agar deviasi 15 persen dapat terkejar dan proyek dapat selesai tepat waktu.
“Komitmen sama saya tidak perlu, karena begitu tandatangan kontrak komitmennya tentu dengan hukum. Kami hadir disini bukan untuk mencari kesalahan tapi untuk menemukan masalah dan mencari solusinya, oleh karena itu rekanan tidak perlu takut, jika menemukan masalah segera lapor, agar bisa kita tanggulangi bersama, karena jika sudah tersangkut masalah hukum pemerintah tentu tidak bisa membantu,” kata Wagub.
Nova mengungkapkan, bahwa nantinya akan ada evaluasi terhadap kontraktor di Aceh. Jika berprestasi bagus maka akan kita rekomendasikan. “Jika tidak berprestasi bagaimana bisa kita rekomendasi? Idenya sangat bagus, pengembangan pariwisata. Jika pariwisata maju tentu akan berpengaruh bagi percepatan perputaran ekonomi masyarakat. Konsultan pengawas tolong di awasi dan dibantu agar pengerjaan selesai tepat waktu.”
Selanjutnya, Wagub dan rombongan menuju ke lokasi pembangunan Jembatan Reyeuk Pangee. Proyek yang ditargetkan selesai 97 persen itu, baru selesai fisik 48 persen atau deviasi sebesar 49 persen.
“Keterlambatan yang terjadi memang karena terjadi perubahan desain dan gambar, namun rekanan tetap harus bekerja dengan komitmen tinggi. Ini adalah proyek vital untuk masyarakat. Terus dipacu kinerja, tidak ada hari tanpa kerja, harus dipacu,” pesan Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Wagub juga menjelaskan, bahwa lokasi proyek yang dikunjungi adalah proyek yang kemungkinan pengerjaannya tidak selesai. “Namun jika dipacu dan bekerja sungguh-sungguh, Insya Allah selesai juga.”
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Thaib, menyatakan berjanji dan optimis dapat menyelesaikan sejumlah proyek yang belum selesai. “Meski ada beberapa proyek yang belum mencapai target, namun kami yakin hingga tahap akhir semua proyek akan selesai. Untuk memacu proses pengerjaan, saya sudah menginstruksikan semua Kepala SKPK untuk tidak keluar daerah,” ujar Pria yang akrab disapa Cek Mat itu.
Untuk diketahui bersama, total proyek strategis di Kabupaten Aceh Utara adalah sebesar Rp 182,4 miliar yang tersebar di 204 paket pengerjaan. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp89,5 miliar merupakan dana proyek Otonomi Khusus yang tersebar di 122 paket pengerjaan. Sedangkan sisanya sebesar Rp92,9 miliar yang terbagi dalam 82 paket proyek. (Ngah)





