Sengketa Air di Jalur PTPN 4 Marihat Antar Warga, Petani dan Petambak Terancam Puso - Bongkarnews

Sitename

Description your site...

Sengketa Air di Jalur PTPN 4 Marihat Antar Warga, Petani dan Petambak Terancam Puso

Sengketa Air di Jalur PTPN 4 Marihat Antar Warga, Petani dan Petambak Terancam Puso




Mediasi Warga dan PTPN 4 Unit Kebun Marihat Tak Berbuah Solusi Petani juga Petambak Ikan Terancam Puso

SIMALUNGUN | Bongkarnews.com – Entah apa maksud dan tujuan oknum M memindah saluran air ke wilayah PTPN 4 yang berujung tambak warga menjadi kering. Bak lagu Megi Z “Sungguh teganya..teganya” demikian dialami warga yang berimbas. Harapan panen juga terancam gagal atau Puso, miris !!.

M, pria paruh baya penduduk Huta Satu Sejahtera, Desa Nagari Silampuyang, kecamatan Siantar kepada tim Bongkarnews.com, Selasa (2/10) mengakui bahwa benar saya telah menutup dan memindahkan saluran irigasi seraya jarinya menunjuk pada saluran yg sudah tertutup di lokasi. Pemindahan tersebut sejauh berkisar 1 KM dari tempat semula.

Akibat dari pemindahan saluran air yang berada di jalur PTPN 4 Marihat ini, petani dan tambak ikan warga lain terancam Puso. Tambak ikan dan sawah tersebut menjadi kering .

Saluran air ini berada di wilayah kebun Unit Marihat ,di Desa Satu Sejahtera Nagari Silampu, kec Siantar. Pihak humas kebun Unit Marihat dan juga Kepala Desa belum dapat ditemui untuk konfirmasi.

DS penduduk di wilayah yang sama adalah salah seorang petambak, diakui sebagai korban dari penutupan dan pemindahan saluran air kolamnya menjadi kering karena kurangnya pasokan air.

DS secara rinci menjelaskan kepada tim Bongkarnews Senin, (8/10), bahwa penutupan dan pengalihan saluran air yg berada diwilayah kebun Uni Marihat ini sudah 7 bulan lalu diadukan kepada pihak Unit Kebun Marihat .

Dan pihak Unit Kebun Marihat sudah bermediasi dengan oknum M. Dalam kaitan ini meminta agar M mengembalikan saluran air pada posisi semula sayangnya M bersikeras tak memindahkan saluran tersebut. Warga Petambak ikan pun beranggapan sikap M sangat merugikan pihak petambak lain.

Perlu diketahui, 7 bulan berlalu saluran belum dipindahkan ke posisi semula, padahal pihak Kebun Unit Marihat sangat berwenang dalam lokasi wilayah kebun Marihat ini. 


DS menegaskan lagi kepada tim Bongkarnews akan segera membawa masalah pemindahan saluran air ini kepada Pihak Penegak Hukum agar secepatnya di peroleh kepastian hukum tentang masalah penutupan dan pengalihan saluran air ini. Tujuanya agar tidak terjadi konflik di masyarakat apalagi menyangkut sumber pencarian warga lokal sebagai petani dan petambak ikan air tawar. (Tim/007)

example banner