Sambut Kajati Baru, HIMMAH Sumut Minta Tangkap SJT dan AT

MEDAN | Bongkarnews.com – Masa Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumatera Utara berunjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (29/10).

Dalam Aksi unjukrasa tersebut Sukri Sitorus selaku kordinator aksi menyampaikan dalam orasinya mengatakan kepada Kejatisu untuk menangkap dan memenjarakan mantan Bupati Tapanuli Tengah, SJT dan AT dalam kasus dugaan Penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). sesuai dengan pasal 378, 372 KUHP.

Sukri Sitorus yang juga Sekretaris PW HIMMAH Sumatera Utara menjelaskan, Kasus tersebut sudah ditangani oleh kejaksaan Tinggi Sumatera Utara beberapa bulan yang lalu setelah dilimpahkan pihak Kepolisian. Namun, sampai hari ini belum ada putusan dan kejelasan hukum terhadap tersangka.

“Tangkap Sukran Jamilan Tanjung dan Amirsyah Tanjung yang masih berkeliaran bebas”. Kata Sukri.

Sukri menegaskan kepada Kejatisu untuk segera memberikan keputusan hukum yang pasti tanpa ada intervensi dari pihak manapun. karena hukum difungsikan untuk mengatur tatanan berkehidupan masyarakat maka hukum wajib ditegakkan dan bukan untuk di cederai.

Dua jam menyampaikan orasi, aksi tersebut ditanggapi oleh Perwakilan Kejaksaan yakni Kepala Seksi penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi sumatera Utara Sumanggar Siagian

“Ucapan terimakasih kepada HIMMAH Sumut yang terus berkontribusi aktif dalam menyampaikan informasi demi terciptanya sumatera yang bersih dari korupsi. Perkara SJT dan AT sudah kita lakukan penyelidikan secara materiik dan formil. Keduanya sudah tersangka, Kami Kejaksaan sudah menyurati Kepolisian dalam hal ini Polda Sumatera Utara. Sudah terbit P21 tinggal kita menunggu Kepolisian dan berkoordinasi dengan Pengadilan terkait Putusan Hukum. Kami komitmen memberantas korupsi dan itu menjadi prioritas bapak Fachrudin selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Yang Baru ” Jelas Sumanggar.

Kemudian massa aksi melalui Sukri Sitorus menyampaikan akan mengikuti terus perkembangan kasus ini sebagai bukti HIMMAH Sumatera Utara sebagai kontrol sosial serta menunggu komitmen Kejaksaan, selanjutnya massa pun membubarkan diri.(OS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *