IDI l bongkarnews.com – Ratusan tahanan di rutan Idi, Aceh Timur, melalukan aksi perusakan, Jum’at (24/03/2017) sekira pukul 10.30 WIB. Para Napi menuntut kepala rutan dan seorang petugas dari eks GAM bernama Nato untuk segera diganti.
Aksi keributan di Rutan Kelas II, desa Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur diwarnai pelemparan hingga merusak Rutan.
Dari informasi yang diterima Bongkarnews, keributan tersebut berawal pada Pukul 05.00 WIB, petugas piket Rutan Idi menemukan ganja kering seberat 1 kilo gram yang diduga milik penghuni lapas berinisial AD.
Selanjutnya pada Pukul 09.00 WIB, para napi diduga mulai ribut dan melakukan pengalihan isu dengan cara menyebutkan makanan pagi yang mereka makan selama ini terdapat bahan makanan berupa lauk-pauk yang sudah busuk.
“Napi langsung melakukan aksi keributan dengan merusak sejumlah fasilitas Rutan dan merusak pagar besi dengan menggunakan batu dan kayu,” ujar sumber.
Karena kondisi mulai tak terkendali, pada Pukul 10.00.WIB, aparat Kepolisian dari Polres Aceh Timur dan Brimob BKO Polda Sumut dipimpin oleh Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto S IK, tiba di TKP dan langsung mengatasi aksi keributan di Rutan itu.
Dalam aksi itu, para napi saat dikumpulkan oleh Kapolres Aceh Timur menuntut antara lain,meminta Ka Rutan kelas II Idi, Irdiansyah, S.H diganti bersama seorang petugas Rutan bernama Idris Alias Nato (Eks GAM). Menurut Napi, selama ini Nato sering main pukul sementara Nato sndiri bukan pegawai lapas namun hanya petugas pengamanan yang di perbantukan di Rutan Kelas II Idi.
Kemudian, rutan pernah berjanji akan mengganti tempat makan dari ompreng dengan Tupperware.
“Tapi kenyataanya tidak ada, kemudian lauknya ikan asin, janjinya diberi tempe tapi baru dua kali diberi, dan itupun tempe busuk,” teriak para napi.
Bukan itu saja, Napi mengakui, tak dizinkan pulang saat keluarganya ada yang meninggal dunia.
“Rutan sudah over kapasitas. Seharusnya berisi 75 orang saja. Tetapi, saat ini sudah dihuni 300 orang lebih. Akibatnya ada dari kami yang tidur berdiri,” kata para Napi.
Hingga berita ini dilansir, kru Bongkarnews belum berhasil memperoleh keterangan dari pihak rutan secara resmi. (TM)





