Rita Suhana Mengaku Tak Pernah Minta Duit Dalam Urusan PNS Bireuen

BIREUEN | BN – Isu miring dalam dunia pelaksanaan tugas pejabat pemerintahan Kabupaten Bireuen sudah dianggap biasa dan menjadi judul perbincangan dari berbagai kalangan publik.

Apalagi jika yang berhembus itu menyangkut perlakuan bapak dan ibu-ibu PNS dibawah arahan Pak Isa, (Kepala BKPP Bireuen sebelum terkena mutasi kebagian Staf Ahli Bupati baru-baru ini)

Bacaan Lainnya

Namun, Isu memalukan dari beragam kebijakan yang digalakkan kepala yang sekampung dengan Bupati non aktif Ruslan M Daud itu selalu saja “premature” dikandaskan waktu tanpa ada satupun judul  yang meluncur lanjut ke vonis ranah hukum.

Informasi yang dihimpun Bongkar News,  Kebijakan yang diterapkan oleh pengambil kebijakan kantor urusan kepegawaian Pemkab Bireuen sering bergejolak dan mencuat kabar yang tidak mengenakkan dalam kalangan masyarakat bawah.

Pasalnya, bagian kantor kepala pemerintahan daerah ini disibukkan dengan tupoksi penerimaan, persiapan dan pelengkapan administrasi kegiatan rutin, khususnya Pegawai Pemerintahan (PNS).

Ada Informasi yang berkembang dan layak dipercaya, setiap membuat pengurusan dibagian Pak Isa dipastikan harus keluar dana. Walau demikian label melekat, namun tidak satupun pembuktian nyata yang terungkap, sampai pada suatu waktu pernah  kejadian oknum kaum bawah yang berang kemudian bertindak nekat membogem Pak Isa akibat luapan emosi  merasa dizalimi.

Dalam episode lanjutan pembuka tahun 2017 ini, setidaknya sejak Rabu 4 Januari 2017, pejabat BKPP Bireuen kembali mencuat informasi membuat ulah tindakan meminta sejumlah uang dalam menyelesaikan adm PNS yang sedang berkepntingan melakukan urusan kenaikan golongan dan kepangkatan. Anggaran yang diminta berfarisi besarnya tergolong tingkat golongan yang tertera pada SK legalitas PNS bersangkutan.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah PNS lingkungan pemerintahan kantor Bupati Bireuen menjelaskan, pejabat kantor BKPP telah bertindak miring terhadap orang-orang jajaran setda Kab untuk menyerahkan sejumlah uang terhadap PNS baru-baru ini Jumat 6 Januari 2017.

Kepala BKPP Bireuen M Yusuf  yang dialihkan kepada Kabid Mutasi dan Kepangkatan BKPP Bireuen Rita Suhanadimeja tugas Jumat 6 Januari urung diminta klarifikasi   mengingat beiau sedang ada tamu yaitu dua pegawai Dinas Pertanian yang tergolong pejabat menengah di instansi bersangkutan.

Dihubungi melalui nomor hp yang diminta ditulis tangan sendiri pada secarik kertas yang disodorkan wartawan media ini, Rita Suhana menyangkal tudingan  kalau pegawai BKPP bidang tanggungjawab sejajarannya tidak pernah menganggap kalau pihak yang datang mengurus suatu keperluan dikantor BKKP itu  sebagai pengantar syufa’at tak terduga bagi mereka.

“Tidak, jajaran saya tidak pernak bertidak sehina yang diisukan itu. Kami menyadari tentang  fungsi dan aturan atau tupoksi  yang harus kami kerjakan sebagai hak dan tanggungjawab tugas utama dan kewajiban kami selaku abdi negara,” demikian  ujar Rita.

Kepala BKPP Bireuen M Yusuf yang dilantik baru-baru ini mengantikan tugas Drs M Isa saat keluar dari ruang Oproom lantai II Kantor Bupati mengikuti acara sertijab  menyatakan akan mendalami suasana hangat yang kerap berlaku di posisi SKPK barunya.

Dan terkait isu ada permintaan uang diluar jalur oleh kabid jajarannya  di BKPP Bireuen, pejabat yang sebelumnya berada diposisi staf ahli menyusul pergantiannya dengan Raden Yus Rusmadi dikursi Asisten II karna alasan kesehatan sekitar satu semester lalu, meminta warga Bireuen yang punya kepentingan dengan BKPP Bireuen untuk tidak memenuhi harapan PNS jajarannya yang suka mengharapkan uang jerih  sebagai uang  pelicin urusan.

‘Kalau memang cara demikian ternyata memang sudah lazim dijalankan sebelumnya, dengan segala hormat saya akan segera merubah rumus itu, dan semoga PNS jajaran bidang tersebut memakluminya,”tegas Kepala BKPP Seddakab Bireuen Muhammad Yusuf SH.

Dan demikianlah selalu alur cerita yang berhembus, namun tak ada satupun diantaranya korban yang  berani mengkomfontir langsung  sesudah pihak informan membantah dan  menggunakan hak jawabnya.

Maklum saja, selain hal itu memang karakter khas orang aceh yang “Su’uem-Suem Ek’ Manok,” kekhawatiran serangan balasan dalam urusan berkas PNS juga sesuatu yang cukup disadarinya.

Tak Cuma dari kalangan PNS rendahan di kecamatan dan pedalaman yang “hana darah” untuk mempersoalkan “uang bicara” di kantor BKKP Bireuen meskipun tergolong salah satu korban, dari kalangan oknum DPRK Bireuen juga pernah memancing nilai tawar lewat dumay facebook belum lama ini.

Berkaitan pada musim program pemutihan sisa honorer K2 yang gencar mencuat isu pihak pejabat BKPP minta bayar jutaan malah puluhan jutaan rupiah terhadap calon PNS formasi K2.

Seorang Nitizen dengan nama status Ismail Adam yang diyakini seorang anggota DPRK Bireuen memberi komentar yang  persis A1 dengan menyatakan dirinya akan membuktikan kebenaran permainan suap dikantor pimpinan Drs M Isa (Kepala BKPP).

Ismail Adam berani berkata demikian karena katanya sudah mendapat pengakuan dari seorang korban yang datang mengadu kepada dirinya sebagai anggota legislative Bireuen.

Sahut-menyahut sesama anggota wakil rakyat dan facebooker berbagai komunitas lainnya tentang akan diusut segera dengan bukti rekaman video/Audio yang sudah dimiliki, sedikitnya membuat banyak warga peduli Bireuen ingin menjempol dan berkata “Yes” kepada Pak Dewan terhormat asal kecamatan bagian timur Bireuen tersebut.

Nyatanya, penantian sikap Idealis dan jantan yang sebelumnya diperagakan pak dewan melalui media faceebook itu ternyata cuma seibarat sedang menghibur diri dengan perkembangan keadaan yang sesungguhnya sedang menimpa sebahagian warga terkait adanya main setor uang sebagai syarat  memperoleh  NIP bagi PNS honorer K2 saat itu.

Terkesan, tak ada aral dan pihak yang berani dan serius menggunakan jabatan ranahnya mendalami kinerja oknum BKPP Bireuen selama ini mengusut tuntas dari isu hot hingga ke akar tunggalnya. Sampai akhirnya,  Kepala BKPP Bireuen sebelumnya Pak Isa pun berganti seiring dengan “wassalamnya” kalender 2016. (Roesmady)

Pos terkait