President Komuniti Acheh Malaysia Penuhi Undangan Mubes II Forsi Asokaya Bireuen

Ketua Komuniti Acheh Malaysia Datuk Haji Mansyur Usman P.M.W (Pakai Peci), Saat temu kangen sahabat lama sambil ngopi bareng di Grand Coffee Depan Meunasah Kulah Bate Jalan T Hamzah bendahara, Sabtu malam 26 Agustus 2017.

BIREUEN | BN – Sempurnanya sistem menjalin siraturrahmi timbal-balik antara anggota komunitas ormas Asokaya Bireuen dengan Datuk Haji Mansyur Usman PMW menimbulkan inisiatif beliau memuliakan undangan acara Mubes II Ormas Asokaya, yang berlangsung di Aula Hotel Djarwal, Lintasan Jalan Nasional Desa Geulanggang teungeoh Kabupaten Bireuen,  Minggu 26 Agustus 2017.

Selain bersedia mengisi kursi tamu undangan terhormat, Ketua NGO, Sukarelawan, JPM PPM(S), Tokoh Acheh yang belum lama ini disematkan penghargaan gelar kebesaran sebagai “Datuk” oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia tersebut, selepas waktu shalat magrib bersama rombongan puluhan anggota Asokaya juga menyempatkan diri mengunjungi serta tahlilan bersama kekediaman orang meninggal yakni orang tua dari sejawatnya M Azhar di Desa Beurawang Kecamatan Jeumpa.

Bacaan Lainnya

Sepulang dari rumah duka sekira pukul 21.30 Wib, Datuk Haji Mansyur Yang tergolong salah seorang tokoh Aceh Sukses menjalankan usaha bisnisnya bidang Pemborong dan Pengedar Barangan Healthy and Beauthy Centre dengan Head Officenya Bersebelahan dengan Hospital Tawakkal Kualalumpur bersama isteri dan seorang putra remajanya menyempatkan diri temu kangen sembari canda-ria dengan sejumlah sahabat-sahabat seperjuangannya sambil ngopi bareng di Grand Coffee depan Meunasah Kulah Bate, lintasan Jalan T Hamzah Bendahara hingga larut malam.

Datuk Haji Mansyur menilai detak keramaian warga yang memenuhi kursi layanan caffee-caffe disekitar itu adalah salah satu bukti jika Aceh secara umum dan Bireuen khususnya sedang mengarah kepada kemapanan ekonomi masyarakat serta suasana keamanan yang mulai mendukung.

“Betapa Meriahnya suasana Kota Bireuen Sekarang ini, Semoga Kenangan hitam tentang kondisi daerah yang mencekam seperti dulunya itu tidak lagi terulang di Propinsi Aceh ini,” demikian antara lain ucap Datuk Haji Mansyur penuh harap.

Putra Aceh Asal Aceh Utara Yang juga Memegang kemudi sebagai  Direktur Utama PT Harapan Bunda SDN BHD  yang saat itu didampingi sahabat kentalnya terdiri pengurus-pengurus Ring I Wadah “Asokaya” seperti Kaspul Topan, A Yani (J’ndral), Murdhani (Dani Munech) plus sejumlah nama lainnya juga sempat meriwayatkan penglaman pribadinya bersaing bisnis di Negara jiran, berkiprah dalam lembaga kemanusiaan hingga kemudian awal tahun 2017 lalu yang bersangkutan dinobatkan gelar kebesaran “Datuk” oleh pihak kerajaan Malaya untuk pribadinya.

Sebagaimana diyakini, Haji Mansyur kepercayaan yang diperoleh tidak terlepas dari kegiatan sukarelawan yang tekun di Jabatan Perdana Menteri  sebagai Presiden Community Acheh Malaysia selama tidak kurang dari 15 tahun lamanya. Dalam kiprah sosial disejumlah wilayah Negara Jiran  itu sendiri, Haji Mansyur Acheh pernah  tampil perduli untuk membantu korban banjir di Kelantan, Johor, Kedah, Trengganu dan bantuan anak-anak yatim di Malaysia.

Tak terkecuali pada saat gempa di Pidie Jaya, perairan wilayah Aceh beberapa waktu lalu serta berupaya menggalang dana bantuan dari bangsa Indonesia utamanya Orang Aceh yang ada di Malaysia untuk meringankan nasib pengungsi muslim Rohingnya dari sikap penzaliman para Biksu Budha sekaligus pemerintah Myanmar.

Terkait Mubes II Lembaga Asokaya Bireuen, Ketua Pelaksana Ernawati (Er Nad)  disela-sela berlangsungnya acara Mubes, kepada sejumlah Wartawan menyebutkan kalau pegelaran Mubes tersebut bukanlah sekedar memilih Ketua baru utuk menakhodai lembaga Forsi Asokaya Periode 2017 – 2020 kedepan, namun lebih kepada ajang siraturrahmi kebersamaan demi menguatkan rasa kebersamaan sesama anggota.

Agenda inti yang dibahas Sabtu 26 Agustus 2017 itu antara lainnya menyangkut pembahasan perubahan AD/ART serta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Forsi Asokaya yang sudah berakhir masa tanggungjawabnya 2017 ini serta pemilihan pengurus baru secara formatur untuk periode 2017 – 2020 kedepan.

Setelah berhasil mengeser jumlah suara  rivalnya dalam pemilihan Ketua Baru yang berlangsung seedikit alot Gunawan “Simbada” akhirnya terpilih sebagai Ketua Forsi Asokaya baru melanjutkan visi-misi yang telah diprakarsai Usman Abdullah selama satu periode sebelumnya.

Sejak berdirinya pada tahu 2011, Lembaga Sosial Forsi Asokaya telah berkiprah sesuai AD/ART yang dimiliki. Aksi sosial yang mereka gelar antara lainnya Kegiatan Sumbang darah lewat acara Donor, Syukuran Tahunan semacam “Halal Bi Halal,” pengumpulan bantuan untuk disuguhkan kepada warga dhuafa  17 kecamatan di Kabupaten Bireuen serta sejumlah kegiatan sosial kebersamaan lainnya dimana aksi sosial yang mereka gelar selama ini direstui penuh opleh pihak pemda setempat. (Roesmady)

Pos terkait