BIREUEN | BN- Menanggapi pernyataan Bupati Bireuen tentang darurat narkoba di Bireuen, oleh Pemuda Partai Aceh (PPD) Wilayah Bireuen menyambut positif pernyataan spontan, jika Kabupaten Bireuen bukan lagi Kota Juang, namun sudah menjadi Kota Narkoba. Hal itu, dikemukan saat Bupati Bireuen, H Saifannuar pada malam resepsi pembubaran anggota Paskibraka dan malam seni, di halaman Pendopo, Sabtu (19/8) malam.
Dalam siaran Press yang diterima media ini, Juru Bicara Politik Andri Wilaya dari DPW Pemuda Partai Aceh (PPA) Bireuen, menyatakan dukungan terhadap pernyataan Bupati Bireuen jika Bireuen sudah menjadi Kota Narkoba , yang menyabutkan bahwa “Kita tidak bisa lagi berpura–pura dan tutup mata dengan fenomena ini. Masalah penyalahgunaan narkoba di Aceh dan khususnya Bireuen saat ini telah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Narkoba tidak lagi mengenal batas usia. Orang tua, muda, remaja bahkan anak-anak ada yang menjadi pengguna dan pengedar gelap Narkoba, khususnya jenis shabu–shabu. Penggunaan dan ketagihan yang ditimbulkannya bukan saja merusak keharmonisan sosial, namun pula menguras kekayaan dan merusak tatanan kebahagian rumah tangga,” tegas Bupati Bireuen.
Sebagai wujud dukungan ini, PPA Bireuen menyarankan hal–hal sebagai berikut, pertama,
penanggulangan Narkoba butuh solusi yang komprehensif, disebut komprehensif karena penanggulangangannya tidak saja wajib dilakukan oleh pemerintah melalui aparat penegak hukum dan fungsi terkait, namun juga mensyaratkan peran mutlak masyarakat dan keluarga. Kita menyadari penangan secara hukum tidak lagi memadai, malah hanya semakin menguatkan jaringan residivis pengedar.
Karena itu kita menyarankan pendekatan lain, mulai dari penguatan kesadaran anti–narkoba di setiap rumah tangga, kampanye melalui kegiatan pengajian masyarakat, penguatan kontrol masyarakat atas lingkungannya melalui program pageu gampông, pembangunan fasilitas rehabilitasi korban Narkoba di Bireuen, hingga memperberat sanksi hukum sebagai efek jera.
Kedua, semua pihak harus duduk bersama merumuskan road–map. PPA Bireuen menyeru kepada seluruh elemen masyarakat disini untuk bersedia duduk bersama dan menguras fikiran merumuskan road–map penanggulangan Narkoba, dalam jangka menengah dan panjang. Karena kita sadar, penyelesaian hal ini tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu pendek, serta membutuhkan dukungan dari semua pihak yang perduli. Dengan duduk bersama diharapkan masing–masingpihak dapat mengeluarkan gagasan bernas dan menarik benang–merah antar gagasan demi kesempurnaan road–map yang dihasilkan.
Memanfaatkan momentum penyelesaian pembuatan RPJMK Bireuen2018–2022, penyusunan road–map Narkoba harus menjadi bagian integral dari RPJMK dimaksud dan menjadi program adopsi tiap tahun dalam penyusunan APBK. Demikian halnya dengan momentum Anggaran Dana Desa, dimana road–map harus diadopsi oleh segenap pemimpin gampông sebagai bagian dari program kerjanya mereka.
“Ketiga, PPA Bireuen siap bekerjasama dengan Pemkab Bireuen memberantas narkoba di kalangan pemuda. PPA sebagai sayap pemuda Partai Aceh yang merupakan Partai Politik terkuat di Aceh hingga saat ini, siap mengefektifkan jaringan kepengurusannya hingga di level gampông dan bekerjasama erat bersama Pemkab Bireuen memberantas penyalahgunaan narkoba di masyarakat, khususnya di kalangan pemuda yang menjadi basis konstituen kami, “ tandas Andri Wilaya.(Maimun Mirdaz)





