Liputan Mondo
BINTUNI | Bongkarnews.com – Hari buruh sedunia (Mayday) yang jatuh tepat pada 1 Mei , diperingati oleh ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Seluruh Indonesia (GSBI) Teluk Bintuni Papua Barat.
Buruh menggelar konfoi dan penyampaian aspirasi kepada perwakilan CSTS (Chiyoda Saipen Tripatra Sae) yang merupakan penyedia tenaga kerja pada BP LNG Tangguh dan juga Pemda Teluk Bintuni.
Rangkaian kegiatan tersebut mendapat pengawalan ketat aparat keamanan Polres Teluk Bintuni dimulai dengan melakukan konfoi mengambil start dari pelabuhan Bintuni, kemudian massa ‘buruh’ menuju kantor perwakilan CSTS Bintuni di Jl Raya Bintuni Kamp Lama Jetty dan diterima langsung oleh penanggung jawab perekrutan tenaga kerja pada CSTS, Max Samaduda.
Massa ‘buruh’ yang di koordinir oleh Ketua DPC Teluk Bintuni Enggelbert Naibaley kemudian menyampaikan sebanyak 4 (empat) pokok pikir kepada CSTS untuk ditindak lanjuti.
Empat poin yang di bacakan oleh perwakilan buruh, Yarius Dimara diantaranya :
1. Memohon kepada Bupati Teluk Bintuni dan juga CSTS agar membatasi penerimaan tenaga kerja dari luar, dan segera membuka lowongan kepada tenaga kerja lokal bintuni untuk dapat bekerja pada train 3 & 4 pada BP LNG Tangguh yang mana akan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatnya kesejahteraan rakyat.
2. Semua perusahaan ataupun sub contractor wajib memiliki kantor cabang/perwakilan di kota Bintuni.
3. Upah buruh Teluk Bintuni yang masih menggunakan standar UMP (Upah Minimun Provinsi) dinilai belum dapat mensejahterakan buruh , oleh karena itu Pemerintah didesak mengeluarkan UMR (Upah Minimum Regional) dan segera membentuk Dewan Pengupahan Daerah, dan
4. Banyak permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi , maka Bupati diminta segera meng’ganti’ Kepala Dinas Tenaga Kerja Teluk Bintuni karena di anggap tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Aksi kemudian dilanjutkan menuju GSG Sterira dengan penyampaian 4 poin tersebut oleh Ketua DPC Federasi SPNI Chorinus Lohi, yang diterima secara langsung oleh Bupati Ir Petrus Kasihiw di hadapan Ketua DPRD Simon Dowansiba , Waket I DPRD Meven Tison , Plt Sekda Gustav Manuputty , Kapolres Teluk Bintuni AKP Andriano Ananta SIK , Sejumlah Kepala OPD , Penanggung Jawab Perekrutan Tenaga Kerja LNG pada CSTS Max Samaduda dan disaksikan ratusan buruh yang hadir.
Setelah menyampaikan beberapa aspirasi tersebut dan berdiskusi (audiens) bersama buruh , Piet Kasihiuw mengapresiasi langkah buruh yang melaksanakan aksi dengan mengedepankan demokrasi tanpa anarki. Juga beberapa catatan yang akan ditindak lanjuti.
“Saya apresiasi teman-teman buruh yang menyampaikan aspirasinya, bukan berdemo. Kami bersama pimpinan DPR akan menyurat kepada BP dan Investor lainnya agar menghentikan penerimaan dari luar , serta para buruh yang saat ini memiliki keahlian agar didata , kemudian diserahkan kepada saya , agar saya bersama pimpinan DPRD bisa memberikan rekomendasi tertulis kepada perusahaan untuk dapat diterima bekerja” ujar Piet disambut tepuk tangan yang meriah dari seluruh buruh.
Orang nomor 1 di Kabupaten Teluk Bintuni ini kemudian berjanji akan memfasilitasi perwakilan buruh untuk bertemu dengan Gubernur Papua Barat yang direncanakan akan berkunjung ke Bintuni pada 5 Mei mendatang guna menyampaikan hal – hal tekhnis lainnya pada tingkatan pengambil kebijakan yang lebih tinggi.





