Pansus Pertanyakan Gaji Honor yang Belum Dibayarkan

Medan, BN- Anggota DPRD Kota Medan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan akhir tahun anggaran 2017 mempertanyakan sikap Pemko Medan yang belum membayarkan gaji honor Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang diberdayakan di kecamatan.

“Kenapa ribuan Kepling belum juga menerima gaji. Parahnya lagi, gaji mereka dipotong untuk membeli Batik Medan. Apa urgensinya,” tanya Anton Panggabean dalam pembahasan LKPj 2017, Senin (16/4/2018) yang dipimpin Ketua Pansus, Rajudin Sagala.

Anton meminta, agar Pemko tidak mengintervensi tenaga honor yang mengadu ke anggota dewan perihal nasib yang dialami. “Kami adalah perwakilan masyarakat. Jangan gara-gara mereka mengadukan nasibnya ke kami, mereka mendapat tekanan atau ancaman pemecatan. Kami akan pantau terus ini,” tegasnya.

Menanggapi itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Medan, Irwan Ritonga, menyebutkan saat ini Pemko Medan sudah menggunakan anggaran Rp500 miliar dan masih tersimpan di Bank Sumut sisanya sebanyak Rp275 miliar.

“Untuk gaji Kepling setahu saya sudah dibayarkan semuanya dari keuangan. Tapi kendalanya dimana, Kabag Tapem yang belum berkoordinasi ke kita,” terang Irwan. (ft)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *