Merasa Dicurangi, Tim Babako D’Lounge Mengamuk

SIAK (BN)- Merasa dicurangi, Manajer tim Dayung Baboko D’Lounge B.C – B Yusni IB kecewa dan protes serta beberapa atlitnya mengamuk. Protes itu berlangsung jelang laga semi final Siak Internasional Serindit Boat Race Open Tournament 2017.

Perundingan yang dilakukan Tim Baboko D’Lounge dengan Panitia tak membuahkan hasil, sehingga seluruh atlit Dayung Baboko D’Lounge B.C – B mengundurkan diri dari hadapan panitia sembari membanting-banting kursi, serta mengobrak-abrik baner yang dipasang di pagar turap di sekitar areal pertandingan.

“Untuk peraturan sudah disepakati bersama, semua tim dayung juga setuju kalau ada tim yang mengambil jalur orang, akan di disk, tapi kenyataan dilapangan tidak,”ujar Yusni kepada awak media, kamis (21/17/2017).

Yusni juga mengaku bahwa, timnya dicurangi pada babak kuarter final berlaga pada race 17. “Tim kami di jalur 1, saat menuju finish kami diapit oleh Inhu B dari jalur 2, dan Podsi Kota Jambi  mengambil jalur kami. Dua tim ini mengambil jalur kami, sehingga kami tidak dapat jalan, seharusnya dua tim itu di-disk,” tegasnya dengan nada kesal.

“SMU olahraga kena disk karena mengambil jalur orang, kenapa 2 tim ini tidak di-disk, ini benar-benar curang,” imbuhnya.

Awalnya Yusni menerima keputusan dewan juri dan panitia, kalau perlombaan diulang, atau semua tim dari race 17 semuanya kembali ikut bertanding. Namun kenyataan di lapangan, ada indikasi permainan.

“Kalau seketnya tidak diubah, kami terima. Kami menilai ada kejanggalan, karena babak semi final ini kami dijadwalkan bertanding dengan 5 jalur. Sementara race lain hanya 4 jalur. Baru kali ini ada race memakai 5 jalur. Masalahnya lagi, sesuai seket kami seharusnya di jalur 2, namun saat mau dimulai, kami dipindah ke jalur 5, ini menandakan ada permainan,” tegas Yusni.

Berdasarkan seket yang telah disebarkan panitia, memang benar seharusnya Dayung Baboko D’Lounge B.C – B berada di posisi jalur 2. Namun saat laga semi final, seket berubah.

“Protes yang kami sampaikan tidak ditanggapi, jadi kami ambil sikap mundur secara terhormat. Biar tidak dapat gelar juara,” tegasnya.

Senada disampaikan oleh Almuzakir, ia meminta ketegasan panitia dan dewan juri. “Ini iven internasional, kenapa tidak tegas. Yang mengambil jalur orang ya wajib di-disk. Jangan ada permainan,” tegas Almuzakir.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr. Fauzi Asni mengaku sebagai panitia pihaknya telah memanggil 4 tim yang berlaga dirace 17 babak kuarter final.

“Race 17 tidak bisa kita putuskan siapa pemenangnya, sementara semua tim tidak mau diulang. Sehingga diambil kebijakan ke empat tim lolos ke semi final. Namun ada penambahan jalur. Race 17 kemarin yang menjadi penegasan bagi race selanjutnya, siapa yang mengambil jalur orang kena disk,” tegas Fauzi Asni.

Race 17 kemarin merupakan laga pertama babak kuarter final. Sementara kasus memotong jalur orang pertama terjadi di race17.

“Kemaren kita buat rapat evaluasi, semua manajer tim kita undang. Kalau tidak terima, kenapa tidak di forum disampaikan, sudah mau bertanding baru perotes,” kata Fauzi Asni.

“Menurut saya, kejadian seperti ini hal yang wajar, karena namanya pertandingan, apa lagi iven besar seperti ini, pasti ada saja masalah yang dihadapi panitia, namun semuanya sudah selesai dan sukses acara ini,”pungkasnya setelah pembagian hadiah di depan Istana siak. (Sugianto)

 

 

 

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas