Sitename

Description your site...

script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';

Masa Kuasa Ruslan “The End”, Balai Papan Aset Daerah Belum Dikembalikan

14957 KALI DIBACA
Masa Kuasa Ruslan “The End”, Balai Papan Aset Daerah Belum Dikembalikan
Inilah Balai milik Pemda Bieuen yang sebelumnya didirikan dibagian belakang bagunan Kantor Satpol PP/WH Bireuen, pinggirang lintasan jalan menuju Ujoung Blang Desa Pulo Kiton, Kecamatan Kota Juang yang belum dikembalikan mantan Bupati Bireuen Ruslan M Daud. Balai berkontruksi papan kwalitas tipe A yang sebelumnya difungsikan sebagai mushalla tempat shalat bagi pegawai Satpol PP/ WH Bireuen masih terpajang indah disisi barat halaman rumah ibunda Ruslan sebuah desa kawasan pesisir Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen.

BIREUEN| BN – Balai papan milik Pemda Bireuen yang dipinjam pakai mantan Bupati Bireuen H Ruslan M Daud pasca syukuran kemenangannya dalam Pertarungan Pilkada 2012 lalu, hingga Senin 7 Agustus 2017 pukul 00.15 Wib dini hari belum dikembalikan. Masa priode kepemimpinan Ruslan berakhir Minggu 6 Agustus 2017 jam 00.00 Wib, dan balai asset pemda Bireuen itu terlihat masih terpajang indah dalam pekarangan rumah dasarnya di kawasan pesisir Desa Blang Panyang, Kecamatan Simpang Mamplam Kabupaten Bireuen.

Asset milik daerah berupa balai berkontruksi papan ukuran 4 x 4 meter yang dibangun pada pada akhir tahun 2011 dengan anggaran daerah  dibagian belakang rumah dinas Sekda dan satu tahun kemudian kemudian difungsikan sebagai kantor Satpol PP dan WH Bireuen yang bisa dilepas secara bongkar pasang tersebut di”mutasi”  kepekarangan kediaman ibunda Ruslan  didesa kawasan pesisir Simpang Mamplam dengan status pinjam pakai sementara, melalui pejabat bagian Umum urusan rumah tangga pemkab Bireuen.

Semestinya, rangkang papan kapasitas  ekspor dengan ukiran Jepara yang pengadaannya dikabarkan membutuhkan biaya hingga Rp 80 juta termasuk membuat alas semen dilokasi pajangnya itu sudah kembali ketempat sebelum masa priode kuasa Ruslan berakhir Minggu 6 Agustus 2017 pukul 00.00 Wib.

Inisiatif Ruslan menggunakan sementara balai papan dibelakang kantor Satpol PP/WH  yang sebelumnya digunakan sebagai tempat shalat lima waktu dan tempat menghilangkan penat bagi pegawai yang baru kembali dari tugas lapangan sangat terasa dan dinilai sejumlah pegawai Satpol PP/WH merupakan sikap egois dan tak perlu tau dengan urusan serta kepentingan hamba Allah lain.

Betapa tidak, sebab untuk pengadaan balai kontruksi demikian bukanlah hal sulit diperoleh seorang kepala daerah, tinggal sebutkan terhadap mereka  semisal dari pihak kontraktor beragam tingkatan yang sering terlihat melekat diselingkar pinggang sang bupati. “Jadi tidaklah mesti menghilangkan sarana yang biasa kami gunakan untuk tempat kami shalat,” kecam seorang pegawai dari SKPK Polisi Pamong Praja Kabupaten Bireuen yang minta namanya tidak ditulis saat itu.

Seorang tokoh almamater Almuslim peduli Bireuen ketika wartawan media ini mengungkap aktualita kebijakan Ruslan M Daud yang belum diluruskan seiring dengan “Sayonaranya” dari Pendopo Bupati di Indaco Baru Caffe Minggu malam 6 Agustus 2017 menanggapi, sebesar apapun nilai rupiah yang diraup dalam pengadaan balai tersebut Ruslan wajib mengembalikannya.

“Demikian pula terhadap pejabat urusan asset, harus berupaya supaya sarana yang sudah masuk katagori kekayaan daerah, berupa bentuk apapun itu mesti dikawal dan diselamatkan dengan penuh tanggungjawab”, demikian tandas tokoh masyarakat Kota Kabupaten Bireuen tersebut. (Roesmady)

script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';
script type="text/javascript"> var uid = '184876'; var wid = '396385';