Kata “Defisit” Senjata Ampuh Pihak PLN Samalanga Ketika Suplay Arus Mengulah

BIREUEN | BN – 

Mandegnya suplay arus listrik PLTA Sigura-gura Asahan Sumatra Utara, untuk Propinsi Aceh merupakan sesuatu kedaan yang harus diterima warga dengan segala keberatannya (apatis), tanpa tau harus mempermasalahkan kepada siapa dan kemanapun lagi.

Pemadaman mendadak sering diberlakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya terhadap pelanggan. Pihak pegawai PLN Cabang Samalanga tinggal meberi jawaban enteng dengan kata “Defisit” jika ada pelanggan yang mencoba menghubungi dan mempertanyakan alasan pemadaman.

Sebagaimana yang dirasakan warga Kecamatan Samalanga , Kabupaten Bireuen selama ini. Seorang ibu rumah tangga Desa Meuliek dalam suasana kegelapan kepada Bongkar News Selasa 28 Maret 2017 menuturkan waktu pemadaman sering diberlakukan waktu jelang magrib atau sekira pukul 18.00 Wib lewat. “Dua hari lalu, juga jam segini matinya hingga tiga jam kedepan,” ungkapnya.

Mandegnya suplay arus listrik Negara secara dadakan pada jelang magrib itu, terdapat efek fisikology terhadap regenerasi seusia sekolah SD – SMP terkait rutinitas pengajian yang mulai start sekira pukul 20.00 Wib.

“Ironisnya kata IRT PNS tersebut, pemadaman diberlakukan menjelang waktu magrib sampai tiga jam lamanya baru hidup kembali. Imbas negative Yang terjadi antara lainnya, kegiatas rutin pengajian bagi putra-putri dibalai-balai pengajian ala manual antar desa yang belum memiliki genset septy.

Jawaban andalan degan kata “defisit” lalu gelaplah dalam tempo minimal tiga jam baru aktif kembali sepertinya perlu dikupas terperinci bagi pelanggan daerah setempat.

Pasalnya secara logika “defisit arus yang dimaksud merupakan kemampuan atau total ohm tegangan yang dialirkan dari pusat nya di Asahan Sumut sana dalam kapasitas terbatas, sehingga disetiap ranting PLN di Aceh butuh pembagian akstra.

Namun Ironisnya, fakta minimnya suplay strom (Defisit) dinilai agak melenceng dengan apa yang berlaku dilapangan. Betapa tidak,  Pemasangan instalasi baru sering terlihat dilakukan pihak bagian jaringan PLN Samalanga diseputaran tambak ala intensif warga pesisir untuk kepentingan arus listrik budidaya udang intensif.

Disejumlah desa pesisir kecamatan Samalanga dan Kecamatan tetangga terdampar ribuan hektar tambak warga yng manyoritasnya difungsikan untuk budidaya udang sejenis vanname yang selalu butuh gelembung udara buatan dari putaran kincir yang terpasang dalam tambak masing-masing.

Meskipun ribuan Watt arus PLN sudah terbagi untuk kebutuhan dan keeluan usaha warga pesisir tersebut, namun menurut informasi yang diperoleh dari beberapa pengusaha tambak mereka tetap tidak ada kendala jikapun meminta PLN untuk melakukan penambahan arus ataupu pemasangan meteran dan jalur baru.

Tindakan miris pihak PLN ini tetap saja dianggap legal sebagai bisnis perusahan dan pribadi. Sementara mengelak dari tanggung jawabnya kata “Defisit” tetap dijadikan senjata ampuh untuk meredam kekesalan pelanggan terhadap sistem pelayanan perusahan persero Negara tersebut.

Kepala PLN Rayon Samalanga Ambar Faizin yang dihubungi BongkarNews via ponsel pribadinya Selasa 28 Maret 2017 sekira pukul 20.00 Wib, terkait suplay arus PLN kawasan Samalanga dan sekitarnya menyatakan, alasan mati lampu  serta ketidak nyamanan dari sistem layanan PLN kali ini meripakan imbas dari sedang adanya perbaikan pemeliharaan khusus pembangkit didaerah Kabupaten Nagan Raya dan Pembangkit Listrik Tenaga Magnet Arun Lhoukseuimawe..

Dijelaskan Ambar, Akibat dari operasi rutin di dua daerah  pembangkit listrik itu telah mengakibatkan perlunya pembagian jumlah daya yang  disalurkan, hal ini terutama berlaku pada malam hari dimana saat beban pemakaian arus listrik sangat tinggi,  sebagaimana jatah pemadaman yang terjadi dikawasan Kecamatan Samalanga.

Laporan : Roesmady

 

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas