Ibarat Zaman Konflik, OTK Culik Pendamping Desa

Ket. Sejanta laras panjang seperti ini yang dilihat warga saat terjadi penculikan terjadi terhadap pendamping desa, Heri jumat (8/9) petang. Foto Mun/BNC.

Bireuen | BN-Zaman Konflik tampaknya berulang kembali dengan mengunakan modus yang sama, dengan menggunakan senjata api. Hal itu seperti ini, di alami seorang warga Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Harmaili atau Heri (36), yang diculik Orang Tak Dikenal (OTK), di desanya, Jumat (9/9) sekitar pukul 16.15 WIB.

Korban yang dikenal sebagai pendamping desa, diculik OTK dengan mengunakan senjata api laras panjang. Penculikan tersebut dinilai paling nekad dan sangat berani. Betapa tidak, dilakukan disalah satu warung kopi di Desa Munasah Bungo, di waktu siang hari lagi, dan yang membuat Heri tak berkutik, letusan senjata api laras panjang, yang menyalak satu kali ke arah bawah.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga desa setempat, yang sempat melihat kejadian itu mengatakan, peristiwa penculikan terhadap Heri, terjadi saat korban lagi duduk minum kopi di desanya, bersama rekannya. Lalu, sekitar pukul 16.15 Wib, salah seorang pelaku yang turun dari mobil mendatangi korban yang mengajaknya naik ke dalam kenderaan yang ditumpangi pelaku. Tapi, Heri menolak untuk naik ke mobil pelaku, sehingga pelaku penculik melepaskan tembakan satu kali ke lantai.

Karena takutnya dengan pelaku yang mengunakan senjata api, akhirnya memaksanya menuruti permintaan pelaku, yang membawanya nail Mobil X Trail, yang dibawa kawanan penculik itu. Dikatakan, jumlah pelaku yang menculik Heri sebanyak empat orang,seorang diantaranya menggunakan senjata laras panjang jenis AK- 56. Mereka datang ke warung kopi dengan mengunakan Mobil X Trail dengan warna Lakban hitam dan Nopol BK 78 M yang juga dilapisi dengan lakban hitam. Sehingga kuat dugaan Nopol yang digunakan palsu, yang memang menjadi modus dalam setia aksi penculikan.

Tidak lama setelah tragedi penculikan itu, datang aparat kepolisian dari Polsek Peudada, beserta tim Rekrim Polres Bireuen, yang sebelumnya mendapat laporan dari warga tentang aksi penculikan itu. Di TKP, aparat kepolisian mengamankan satu selongsong peluru, selotip baju dan satu unit HP milik korban yang tertinggal di tempat, karena buru-buru saat akan dibawa penculik. Polisi juga langsung memberikan garis polisi (police line) agar warga tidak memasuki kawasan itu. Pihak kepolisian kepada awak media nengatakan, saat ini aparat fokus ke lapangan dalam upaya memb memburu pelaku. “Kita akan realeas kasus ini nanti,” ujar sumber di Mapolres Bireuen.(Maimun Mirda)

Pos terkait