HUT Ke 38 “Change or Die” PT PIM Fokus Pupuk Komersil

ACUT | bongkarnews.com – Memasuki masa operasional yang ke-38 Tahun, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menggelar acara peringati Hari Ulang Tahun ke-38. Acara peringati Hari berdiri perusahaan tersebut pada tahun ini dengan mengangkat tema “Change or Die”. Kegiatan yang di dipusatkan di lapangan upacara perusahaan setempat pada Senin (24/02), dirangkai dengan beberapa acara seremoni.

Direktur PT PIM Melalui Manager Humas Nasrul Menyampaikan, PT PIM kita perlu melakukan langkah-langkah terobosan yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan daya saing produk pupuk di pasar komersil dengan melakukan efisiensi di segala bidang, peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kehandalan pabrik dan fokus pada pasar pupuk komersil serta memperhatikan aspek lingkungan.

Bacaan Lainnya

Selain itu, tambah Nasrul, Seiring dengan Program Pengembangan dan transpormasi bisnis PT Pupuk Iskandar Muda, salah satu aksi korporasi perusahaan adalah pembelian aset eks PT AAF.
Perusahaan akan memanfaatkan /komersialisasikan lahan industri eks PT AAF tersebut agar investor tertarik dan diharapkan berdampak domino terhadap kemajuan ekonomi Aceh Utara khususnya kecamatan Dewantara.

“Agar lahan tersebut mempunyai nilai komersil, maka lahan industri eks PT AAF per tanggal 24 Februari 2020 resmi diganti menjadi Iskandar Muda Industrial Area (IMIA),” kata Nasrul.

Disamping itu, beberapa investor yang sudah sudah berkomitmen invest di IMIA, diantanya, PT Korina Refinery Aceh yang akan membangun Pabrik Oil Refinery, PT Sinergi Peroksida Indonesia yang akan mengopersikan pabrik Hidrogen Peroksida.

“Bahkan PT PIM juga akan mengkomersialisaikan pelabuhan atau Jetty yang ada dikawasan tersebut.

Lebih rinci Nasrul menjelaskan, Bersamaan dengan momen ini, PIM membangun kerja sama dengan berbagai instansi di antaranya adalah Universitas Al Muslim Bireun, IAIN Lhokseumawe, dan Pegadaian Syariah.

“Ini sebagai bentuk pemanfaatan potensi dan kemampuan masing-masing pihak, khususnya dalam hal pengembangan sumber daya manusia”.tutupnya.(Saqil).

Pos terkait