Hujan Deras !!.. Warga Tiban Koperasi Dibanjiri Lumpur

BATAM | bongkarnews.com – Hujan deras yang terjadi di daerah Tiban Koperasi, belum lama ini mengakibatkan 48 rumah warga terendam lumpur yang mengalir dibawa arus air hujan. Bahkan genangan lumpur ada yang mencapai setinggi satu setengah meter.

Warga tidak mengira akan terjadi bencana seperti itu, warga menduga lumpur yang dibawa air hujan itu disebabkan oleh pengerjaan proyek yang dilakukan oleh PT GP.

Akibat musibah tersebut diperkirakan warga merugi hingga jutaan rupiah, warga pun meminta aparat terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini.

Setelah kejadian tersebut instansi terkait baru bertindak tegas dengan menghentikan/police line lokasi pematangan lahan depeloper PT GP tersebut.

Informasi dan pantauan media ini dilokasi, tampak kegiatan pematangan lahan depeloper PT GP berhenti dan salah satu alat berat di police line. Diduga kuat hingga saat ini izin amdal atau ukl/upl pihak perusahaan tersebut belum ada namun aktivitas pembangunan tetap berlangsung.

Menurut Udin (46) salah satu korban banjir lumpur warga Tiban Koperasi mengatakan bahwa akibat hujan deras  yang mengakibatkan rumahnya terendam air bercampur lumpur sekitar 1,5 meter membuat dua anaknya gak bisa sekolah karena pakaian dan buku pelajaran terendam banjir.

“Banjirnya seperti bandang saja tapi skala kecil, airnya sangat deras sehingga merusak pintu dan perabotan lain. Memang kami gak ada yang mengungsi, setelah air surut lalu dibersihkan kamar dan tidur seadanya.”Paparnya kepada wartawan dikediamannya sambil membersihkan lumpur dirumahnya, (26/7).

Lebih lanjut, dijelaskannya untuk korban banjir berlumpur tersebut ada 48 rumah warga Tiban Koperasi. Diperkirakan kerugian dirinya saja ada puluhan juta.

Menurut perengkat RT.03 dan RW.06  data berapa kerugian setiap korban, yang jelas memang tanah lumpur tersebut berasal dari proyek yang ada di atas sana seperti depeloper PT GP.

“kepada pemerintah serta perusahaan kami mohon bantuan kalau bisa ganti rugi” harapnya udin lagi.

Hingga saat ini, pihak PT belum dapat memberikan klarifikasi terkait bencana banjir bercampur lumpur yang mengakibatkan 48 rumah warga Tiban Koperasi yang terkena dampak dari pematangan lahan perumahan yang dibagun perusahaan tersebut.

Begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam belum dapat dikonfirmasi apakah pihak perusahaan sudah memiliki izin amdal atau ukl/upl dalam pematangan lahan perumahan perusahaan tersebut, menurut pegawai kadisnya sedang keluar kota.(Ro)

EPAPER BONGKARNEWS

Redaktur (ofice)

Berani Mengungkap, Lugas Membahas