Drs Hendrik H Sitompul MM : Pancasila Sebagai Ideologi Final

Medan | Bongkarnews.com- Kehandalan Pancasila sebagai ideologi negara terbukti mendapatkan apresiasi dari banyak bangsa sebagai ideologi perekat yang membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, berkepribadian dan dapat merawat kebhinekaan di tengah-tengah percaturan politik global.

Bangsa Indonesia harus bersyukur karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi negara, ujar Ketua DPD Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM saat diminta wartawan  komentarnya terkait peringatan Hari Lahir Pancasia, Sabtu (1/6) via telepon selularnya.

Hal ini tidak terlepas dari perjalanan masyarakat Indonesia dalam membangun dan mengembangkan sejarah budayanya dari kehidupan bersama sebagai suatu masyarakat dan bangsa. Pancasila sebagai “way of life” bangsa Indonesia memberi kesadaran bersama untuk hidup damai dalam berbagai perbedaan baik suku, bahasa, agama/kepercayaan/keyakinan dan ras, ujar Politisi Partai Demokrat ini lagi.

Disebutkan Anggota DPRD Medan ini, Dr KRT Radjiman Wedyodiningrat meminta kepada peserta dalam sidang BPUPKI untuk memikirkan dan menyampaikan gagasan tentang apa yang akan menjadi ideologi negara Indonesia.

Hal yang paling pertama dipikirkan dan dibahas “The Founding Fathers” negara Indonesia adalah hal dasar ini. Sehingga pada 1 Juni 1945 dengan kesadaran berbangsa yang berbhineka, para bapak bangsa ini menyepakati hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara, “philosophische grondslag” atau sebagai Ideologi Indonesia.
Lahirnya Pancasila sebagai ideologi negara menjadi pilihan pertama dan bahkan menjadi pilihan terakhir bangsa Indonesia karena menjadi konsensus yang tidak hanya bersifat politik semata melainkan intisari dari pandangan hidup manusia Indonesia. Hal ini diterima sebagai kebenaran logis dalam membentuk Negara Indonesia yang penduduknya berbeda-beda baik dari segi suku bangsa, bahasa, budaya, kepercayaan/agama/keyakinan dan bahkan warna kulit dan ciri khas fisik lainnya.

Berbagai tantangan dan rintangan telah dilalui oleh Pancasila dalam perjalanannya sepanjang sejarah berdirinya republik ini. Namun Pancasila telah menunjukkan kesaktiannya dengan tetap tegak dan tegar sampai hari ini. Dan bahkan kita sangat bersyukur bahwa NKRI ini masih tetap aman dan damai berkat masih teguhnya Pancasila sebagai satu-satunya Ideologi Negara Indonesia.

Dalam usianya yang ke-74 Pancasila dan melihat dinamika kehidupan berbangsa saat ini ada usaha-usaha dari sebagian kecil masyarakat kita yang hendak menggeser, mengenyampingkan bahkan mau mengganti Pancasila sebagai ideologi negara, jelas harus ditolak dan wajib dilawan, ujarnya. Setiap warga Indonesia wajib menjaga dan merawat komitmen kebangsaan yang sudah menjadi kesepakatan bersama sejak awal Indonesia ini didirikan dalam bingkai NKRI.

Pancasila sebagai ideologi negara sudah final, tidak bisa diganggugugat. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah ideologi yang terbaik untuk saat ini dan yang akan datang karena dengan idiologi ini seluruh anak bangsa dengan berbagai suku, bahasa dan agama dapat hidup dalam satu bangunan negara bangsa Indonesia dengan rukun dan bersatu, bermusyawarah, bergotongroyong satu sama lain sebagaimana terkandung dalam kelima butir-butir sila Pancasila.

“Merupakan kewajiban kita bersama untuk menjaga dan merawat Pancasila dari rongrongan kelompok atau golongan yang berusaha mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain yang tidak sesuai dengan kesejatian bangsa Indonesia,” ujarnya mengakhiri. (ft)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *