Disambut Meriah, Uskup Hilarion Resmikan Sekaligus Berkati Pastoran St Yohanes

Liputan Nando

BINTUNI | Bongkarnews.com – Setibanya di bandara Stenkol Kabupaten Teluk Bintuni , Jumat (04/05) pagi waktu setempat , rombongan uskup dari keuskupan Manokwari – Sorong mendapat sambutan meriah di warnai tari penyambutan selamat datang dari salah satu suku besar dari Tujuh Suku yang mendiami Teluk Bintuni yaitu Suku Moskona.

Bacaan Lainnya

Kedatangan Mgr Datus Hilarion Lega beserta rombongan dalam rangka Meresmikan Gedung Gereja St Yohanes disambut langsung oleh Bupati Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw didampingi Sekjen LMA Tujuh Suku Dr H Djamaludin Iribaram beserta unsur Forkopimda Teluk Bintuni dan juga ratusan umat paroki St Yohanes yang begitu antusias menyambut uskup meski rela berbasah – basahan dibawah guyuran hujan.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kedatangan Uskup Hilarion juga disambut oleh 16 etnis (7 suku Bintuni , 2 suku Papua , 7 suku nusantara) dengan keunikan tarian daerahnya masing-masing yang secara berganti telah menunggu perarakan uskup menggunakan perahu adat Suku Sebyar, sepanjang jalan dari pintu keluar bandara Stenkol hingga Gereja St Yohanes.

Dalam sambutannya, Bupati Petrus Kasihiw ketika menyerahkan Kunci Pastoran mewakili Pemerintah Daerah kepada Paroki St Yohanes, mengatakan bahwa dengan penyerahan secara simbolis ini maka terhitung hari ini (Jumat) gedung pastoran yang pembangunannya telah dimulai sejak masa pemerintahan terdahulu, telah resmi menjadi aset Paroki St Yohanes Bintuni.

“Gedung gereja beserta pastoran ini merupakan dedikasi mantan bupati Drg Alfons Manibuy dan Waket II DPRPB Robert Manibuy, yang pembangunannya bersumber dari APBD Teluk Bintuni 2015 – 2018. Dalam pembangunannya membutuhkan masukan-masukan dari berbagai pihak hingga pada hari ini kita semua menyaksikan peresmian dan pentahbisan gedung ini” imbuh Piet di hadapan seluruh hadirin.

Sementara itu, Uskup (Keuskupan Manokwari – Sorong ) Mgr. Hilarion Datus Lega ketika menerima kunci pastoran untuk kemudian diserahkan kepada Pastor Paroki dan kemudian memberkati gedung, mengapresiasi Pemerintah Daerah yang komitmen dalam pembangunan sarana ibadah di daerah ini tidak terkecuali Pastoran St Yohanes.

“Kita wajib berterima kasih kepada semua pihak, hingga saat ini kita bisa berkumpul dalam momen bahagia ini” ujar Uskup seraya mengutip salah satu ayat yang di pilih sebagai tema penahbisan Pastoran St Yohanes, yang terdapat dalam kitab Yohanes tentang perumpamaan gembala dan kawanannya.

Setelah melakukan pemberkatan Gedung dengan Air Suci oleh uskup dan pastor paroki, rangkaian acara akan dilanjutkan pada esok hari, Sabtu ( 05/05) yaitu peresmian dan pemberkatan Gedung Gereja St. Yohanes Bintuni yang juga akan turut dihadiri Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan yang akan ikut meresmikan dan menandatangani prasasti Gedung Gereja yang berdiri diatas tanah seluas 2 hektar dan menyerap anggaran pembangunan kurang lebih 10 milyar rupiah.

Pos terkait