Wisma Sitalasari,BN- Manajemen PTPN IV menyambut baik atas pelaksanaan kembali Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) PTPN IV ini, sepertinya ada sesuatu yang hilang dari dalam diri kita, mengapa hal ini terlupakan? Mudah-mudahan dengan adanya acara MTQ ini, dapat menyadarkan dan mengingatkan kita semua, bahwa hal ini jangan sampai terlupakan dan mudah—mudahan ALLAH SWT memberikan Rahmat dan RidhoNya kepada kita semua, demikian disampaikan Plt. Dirut PTPN IV Umar Affandi (Dirkom), pada saat membuka MTQ PTPN IV di Wisma Sitalasari, Minggu 22/5/2017..
Acara dihadiri selain Umar Affandi, juga tampak hadir Kepala Bagian, Manajer Distrik, Manajer Kebun, Pengurus Pusat Majelis Taklim dan Syiar Islam PTPN IV, Pengurus Komisariat Kebun MTSI PTPN IV, Pengurus dan Anggota IKBI PTPN IV, Peserta MTQ, kaum Muslimin dan Muslimat serta undangan.
Di bagian lain Umar Affandi mengatakan bahwa, MTQ PTPN IV terakhir dilaksanakan pada tahun 2015 yang lalu, dan sempat vakum dari tahun 2005 hingga tahun 2014, dan sejak tahun ini hingga tahun-tahun berikutnya menjadi agar menjadi agenda rutin PTPN IV, karena kita memerlukan keseimbangan hidup dunia dan akhirat.
MTQ memiliki arti dan makna yang sangat hakiki serta mulia, untuk menciptakan manusia qurani dan islami, dan kepada peserta MTQ diharapkan dengan kesungguhan, kesabaran yang tulus dan ikhlas mengikuti MTQ ini, sebagai ajang evaluasi dan uji prestasi untuk melahirkan qori/ qoriah dan hafizh/ hafizhah, sebut Umar Affandi.
Kepada Dewan Juri/ Hakim juga agar serius, tekun dan arif yang didasari dengan kejujuran, ketulusan, keikhlasan dan melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya dalam melakukan penilaian, harap Umar Affandi.
Umar Affandi juga mengajak kepada MTSI PTPN IV, untuk menjadikan MTQ ini sebagai bagian dari upaya kita meningkatkan karakter yang unggul dan mulia, dan jadikan Al Quran dan makna yang terkandung didalamnya sebagai rujukan pembinaan karakter yang tangguh, dan diminta agar MTQ ini bukan hanya sebatas mempersiapkan qori/ qoriah, hafizh/ hafizhah dari berbagai cabang MTQ, melainkan juga mempersiapkan generasi Islam yang mampu membaca dan memahami serta mengamalkan isi kandungan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Di bagian akhir Umar Affandi menegaskan, bahwa kegiatan membaca Al-Qur’an sebenarnya mengandung nilai- nilai tinggi, luhur, dan mulia bagi siapa saja yang melakukannya, karena di situ tercakup ilmu—ilmu dan aktivitas lain yang mengiringinya.
Ketua Panitia BM Setio Baskoro (Kabag SDM) melaporkan bahwa, MTQ ini berlangsung pada tanggal 22 s/d 24 Mei 2017 di Bah Jambi, dengan peserta 513 orang dan official 100 orang berasal dari unit usaha, dengan cabang yang diperlombakan yaitu jenis tartil, tilawah anak/ remaja/ dewasa, 1 – 5 – 10 – 20 juz tilawah, syahril, fahmil, khat naskah/ mushaf/ dekorasi/ kontemporer.
Panitia mengundang 16 dewan hakim/ juri dari Lembaga Pengembangan dan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, dan mengucapkan terimakasih kepada Direksi PTPN IV atas dukungannya, sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.
Acara diawali dengan penampilan devile mulai dari kantor direksi hingga kebun plasma madina dan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Abdi Nugroho Qori terbaik STQ Nasional 2017 dan Saritilawah oleh Fatmah Muthi’ah dari Medan, serta diisi dengan hiburan dari Sanggar Awan Kebun Bah Jambi.(r/ndo)





