Butuh Perencanaan Jangka Panjang Membangun LRT & BRT

Medan, BN- Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangunsong, mengatakan perencanaan pembangunan LRT dan BRT di Kota Medan harus melalui perencanaan yang matang.

“Pembangunan moda transportasi baru itu, harus disusun melalui skema perencanaan jangka menengah dan jangka panjangnya,” kata Parlaungan Simangunsong menjawab wartawan di DPRD Kota Medan, Selasa (20/3/2018).

Bacaan Lainnya

Menurut Parlaungan, pembangunan BRT pastinya harus membutuhkan pelebaran jalan terlebih dahulu. Sebab, melihat kondisi Kota Medan saat ini, tidak memungkinkan adanya jalur BRT.

“Kalau LRT okelah, bisa kereta api dengan jalan layang. Nah, BRT ini kan butuh jalan khusus kayak busway. Artinya, harus ada perencanaan jangka panjang. Perencanaan menengahnya pelebaran jalan dan ganti rugi dua kali lipat bagi masyarakat yang lahannya terkena. Setelah itu, baru bisa dikonsep pembangunan BRT,” katanya.

Jika tidak dengan perencanaan yang matang, kata Sekretaris Fraksi Partai Demokrat ini, maka akan sulit terwujud. Apalagi, hal tersebut membutuhkan anggaran yang besar. Jika hanya ditampung APBD, maka sudah pasti tidak bisa dijalankan dan jika dari APBN, maka perlu mengeluarkan anggaran besar.

Parlaungan menambahkan, ada baiknya Pemko Medan untuk melakukan pembenahan transportasi terlebih dahulu. Sebab, apabila transportasi baru hadir namun dengan konsep yang tidak matang, maka dikhawatirkan akan menjadi masalah baru. (ft)

Pos terkait